Arsip untuk Uncategorized kategori

hidup dan mati..

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Juni 10, 2009 by nacchan-hime

hidup dan mati adalah sesuatu yg dikasih tuhan untuk kita.

tapi yang aku anehin,kenapa banyak orang suka berkata berkebalikan?

yang masih dikasih hidup.. kadang suka ngomong..  “mau mati aja..”

mereka pikir hidup itu adalah sesuatu yang payah,hanya bikin mereka tersiksa,dan cuma buang2 waktu aja.

tapi,mereka ga sadar.. justru ngomong “ingin mati” itu lah yang bikin buang2 waktu.

kalau kita masih dikasih kesempatan hidup,ngapain mau mati?

ada jaminan kita bakalan masuk surga?

ga ada.

apa setelah kalian ngomong gitu,kalian ga mikir,bahwa betapa banyak nya orang yang masih ingin hidup tapi sudah keburu dipanggil oleh tuhan?

saat mereka mendengar kamu ngomong gitu.. mungkin mereka yang sudah mati berpikir..

“justru aku ingin hidup.. aku ingin tertawa lagi bersama orang yang kusayangi,aku masih ingin meraih cita2 ku. aku masih ingin menjalani hidupku dan menemui masa depanku,tapi kenapa aku mati? kenapa aku dipanggil sekarang? kenapa yang hidup harus orang yang ingin mati?”

yang masih hidup pasti diberi masa depan dan semua yang diinginkan orang yg sudah tiada.

tapi kenapa mereka memilih untuk mati?

mungkin mereka berpikir,hidup yang mereka jalani tiada artinya..

hanya harus merasa tersiksa,menyembunyikan kesedihan dibalik tawa,hidup yang kelam.

tapi,itu baru awal.

tuhan memberikan kita semua “kebahagiaan” dalam porsi yang sama,ga ada yang beda. hanya saja untuk mendapatkan atau merasakannya,perlu usaha yang keras.

dan dari usaha dan perjuangan itu lah,kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. begitu kan?

tapi kebanyakan manusia tidak ingin berusaha,hanya ingin mendapatkannya di awal,dan ketika mereka masih belum mendapatkannya,mereka menyalahkan tuhan yang memberikan mereka hidup.

bodoh.

satu kata yang tepat untuk mereka.

kalau sekarang kita bertanya “kenapa harus berusaha untuk mendapatkan nya?”

itu sengaja dibuat agar kita mengenali apa itu “kebaikan” dan “dosa”

maka dari itu ada “surga” dan “neraka”.

maka dari itu.. bersyukurlah apapun yang  kita dapat dengan hidup ini..

karena banyak orang yang menginginkan hidup walau mereka sudah tak bisa..

halaaah! gaje gaje gaje!!!! gaada ide,jd aja bikin yg kaya gini.. (=_=”)

“a way to be undine” part 3

Posted in Uncategorized on Mei 19, 2009 by nacchan-hime

Suasana sore itu benar-benar sunyi. Semua yang ada terdengar jelas oleh kedua insan ini. Suara burung camar yang berterbangan,Suara air yang mengalir karena dayungan para undine,dan.. suara detak jantung mereka yang bersahutan.

Syaoran tidak bisa apa-sapa,dia hanya melihat sakura hime yang ada di hadapannya,sangat dekat sekali,dan sakura hime menutup matanya karena wajahnya mulai me merah.

Akhirnya,syaoran pun langsung berdiri,beranjak dari sofa nya yang berwarna biru itu,sambil berteriak,

“ma..maaf!!! aku…aku..aku tidak sengaja! Ka..ka..kamu tidak apa-apa kan??” teriak syaoran dengan wajah merah,dan sikap tak karuan.

“ti..tidak,salahku yang terjatuh lagi..tadi..su..sungguh..ma..af..” jawab sakura hime dengan gugup nya,ia tidak berani menatap wajah syaoran.

Mereka betul-betul berdebar-debar. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap satu sama lain. Mata sakura hime yang berwarna hijau,mata syaoran yang berwarna coklat. Keduanya tidak dapat bertemu.

“a…aku pulang ya! Sudah sore..pa..pasti akari-senpai cemas!! Sampai besok!!”

teriak sakura hime sambil berlari dan hendak membuka pintu. Namun,syaoran memegang tangan nya,dan ia pun terhenti.

“tunggu! Kakimu masih belum sembuh! Kau pasti belum kuat berdiri untuk mendayung gondola kan?”

ucap syaoran. Dan ketika ia sadar bahwa ia memegang tangan sakura hime,ia langsung melepaskan nya & wajah nya merona.

“a..aku tidak apa-apa! Sudah ya! Sampai besok!”

Sakura hime pun pergi.

Sakura hime pun mendayung gondola nya dengan cepat *high speed* sambil tidak berkonsentrasi. Pikirannya jauh terbang entah kemana. Ia hanya bisa mengingat kejadian tadi,sambil berusaha untuk melupakannya,namun tidak bisa. Akhirnya,sakura sampai di aria company.

“a..aku pulang..” ucap sakura hime dengan nada kelelahan.

“selamat datang.. eh? Kenapa? Wajamu suram,sakura-hime..ada apa?” jawab akari.

“i..itu..a..tidak ada apa-apa ko! Aku hanya kelelahan saja! Ahahahaha!” sakura hime menjawab nya,sambil menutupi kejadian yang baru saja terjadi.

“betul tidak apa-apa?” tanya lagi akari.

“i..iya! tidak apa-apa ko! Aku tidur dulu ya akari senpai! Selamat tidur!” sakura hime berlari ke kamarnya dan menjatuhkan diri ke kasurnya.

Dia tidur tanpa mengganti pakaian undine nya. Dia pikir “tak apalah,besok kan hari minggu,jadi libur latihan dan seragam ini tidak kupakai.”

Sakura hime tidak bisa tidur. Ia terus teringat flashback dari kejadian yang dialaminya dan syaoran-kun tadi. Ia terus kepikiran walaupun berusaha melupakannya. Akhirnya,sampai pagi,ia tidak tidur sama sekali.

Besok nya,hari minggu. Akari yang sudah menjadi prima masih sibuk melayani client yang minta tour & guide di venezia. Sementara sakura hime yang masih tingkat single dibolehkan libur. Sakura hime pun sendirian di aria company. Tapi,akari memperbolehkan sakura hime berjalan-jalan.

Sakura hime pun memutuskan pergi mencari udara segar. Dia berjalan-jalan tanpa tujuan.

Sakura hime berjalan sambil menundukkan kepalanya. Ia seperti orang yang mempunyai banyak pikiran. Rambutnya yang berwarna coklat pun tertiup angin dan menusuk matanya. Kakinya yang masih belum sembuh pun akhirnya tidak seimbang dan sakura hime hampir terjatuh. Tapi,seorang  pria menahannya.

“hei,kau tidak apa-apa?! Jangan menunduk saat berjalan,itu bahaya!” ucap pria itu. Pria itu bertubuh pendek,namun kuat. Matanya berwarna hijau mint,dan rambutnya  seputih es.

“maaf..dan terima kasih..” jawab sakura hime. Ia betul-betul seperti orang yang stress. Tapi,ia tetap berusaha untuk tersenyum.

Pria itu terlihat sedikit terpesona (?) melihat senyum sakura hime. Wajahnya merona,tapi sangat terlihat jelas ia menyembunyikan nya dengan sikap cool nya.

“siapa namamu? Kau baru ya disini? Aku jarang melihatmu.” Ucap pria itu.

“iya..namaku kinomoto sakura hime (lengkap amat).. baru belajar menjadi undine selama 3 hari..” jawab sakura hime.

“oh,jadi kau undine ya. Kenalkan,aku hitsugaya toushirou. Salah satu dari seven knight venezia. Salam kenal.” Pria itu memperkenalkan dirinya.

“seven knight? Apa itu?” tanya sakura hime

“kau tidak tahu? Ohya.. kau kan orang baru ya. Baik lah,biar kujelaskan.

Seven knight adalah 7 pasukan ber kekuatan khusus dan sihir untuk menjaga keamanan venezia. Kami bisa dibilang juga 7 segel di venezia ini,karena kami memasang kekkai di setiap bagian venezia. Seven knight dulunya didirikan untuk mencegah venezia hancur karena perang. Walaupun sekarang venezia sudah aman,tetapi kadang salah satu dari seven knight dikirim untuk membantu kota lain dalam perangnya. Mengerti?” jelas pria itu.

Sakura hime terlihat jelas sangat pusing mendengarkan penjelasan pria itu. Matanya menjadi berbentuk spiral berputar,tapi ia tetap menjawab.

“iya,aku mengerti… maaf,kalau aku boleh tahu,siapa saja anggota seven knight venezia?” tanya sakura hime

“aku,ichigo kurosaki,naruto uzumaki,uchiha sasuke,kurogane,renji abaray dan li syaoran” jawab hitsugaya.

Wajah sakura hime menjadi beubah memerah mendengar nama “li syaoran”. Ia selalu teringat kejadian yang sangat sangat membuatnya berdebar-debar itu. Hitsugaya yang sepertinya cukup peka akan reaksi sakura hime pun,bertanya,

“kau suka syaoran ya? Yah,wajar saja sih. Dia tampan dan cukup populer”

Wajah sakura hime pun berubah menjadi mereah,semerah tomat. Dan ia menjawab,

“TI..TIDAAAK! a..aku dan dia hanya teman ko! Aku bertemu dai beberapa hari saja! Tapi,tapi,aku merasa aneh saja! Kenapa aku punya perasaan aneh kepadanya??? Kenapa..hal itu harus terjadi?? AAAAAGH!!!” sakura hime menjawab dengan kalap.

“hum? Perasaan aneh? kejadian itu? Apa maksudmu?” tanya hitsugaya.

“e…ehh…tidak ada apa-apa ko! Lupakan saja! Su..sudah ya,terima kasih atas bantuan mu! Sampai jum..” ucapan sakura hime terpotong *lagi?* karena saat ia berbalik,ada syaoran di depannya.

“ah..sakura..kemarin…” syaoran seperti ingin mengucapkan sesuatu,tetapi terpotong dengan ucapan sakura hime,

“maaf! Aku buru-buru! Sampai nantiii!!” sakura hime menjawab sambil berlari dengan kencang. Dia seperti menghindari mata syaoran. Syaoran pun hanya bisa melihat sakura hime yang menjauh pergi dengan tatapan sedih.

“hey,syaoran!” ucap hitsugaya sambil menepuk bahu syaoran.

“ah..iya?” jawab syaoran

“kau kenal gadis itu? Apa yang terjadi antara kau dengan dia?” tanya hitsugaya.

“tidak..tidak ada apa-apa..” jawab syaoran.

****************tampilan berganti ke sakura hime*******************

“tidaaaak! Kenapa aku harus bertemu dia tadi?? Kenapa? Kenapaaaa???” pikir sakura hime. Dia berlari tak karuan. Dan ia pun duduk karena kelelahan dan sepertinya,kaki nya terasa sakit. Ya,kaki nya kan memang belum sembuh.

“aaaah,kaki ku berdarah dan memar ternyata..sakit..” sakura hime berusaha menahan rasa sakitnya,namun darah di kakinya terus mengalir. Rasa sakitnya tidak tertahankan,dan akhirnya ia menangis.

“aku..tidak tahu..kenapa aku menangis ya…? Padahal dulu.. terjatuh dari pohon pun aku tidak pernah menangis.. apa aku menangis karena luka ku..atau.. karena..perasaan ini..?” sakura hime berkata seperti itu,dan air matanya berjatuhan.

Hujan pun turun. Aneh,padahal,tadi cuaca sangat cerah saat pagi. Namun,tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan pun berjatuhan. Seorang wanita turun dari mobilnya dan mendekati sakura hime sambil memberikan payung nya kepada sakura hime. Ternyata,itu adalah tomoyo.

“sakura-chan,kenapa kau disini? Nanti kamu masuk angin,pakailah payung ini ya!” ucap tomoyo. Namun,sakura hime tidak menjawabnya.

“ya ampun! Kau terluka??? Kenapa kau menangis? Lebih baik,kita ke rumah ku saja dulu! Aku akan mengobati mu dan kita keringkan dulu tubuhmu!!” tomoyo hime membawa sakura hime ke mobil nya,dan mobilnya pun melaju ke daidouji company.

Sakura hime pun memasuki daidouji company yang mewah itu. Di dalam daiouji company itu,ternyata benar-benar mewah. Semuanya terbuat dari berlian,emas dan perak. Semua berkilau. Dan lantai nya pun terbuat dari marmer yang dialasi karpet merah. Sakura hime pun memasuki kamar tomoyo yang sangat mewah dan manis. Tomoyo menyuruh pelayan nya untuk mengobati luka sakura. Setelah selesai,mereka pun bercakap-cakap.

“terima kasih,tomoyo-chan” ucap sakura hime.

“tidak apa-apa,aku kan teman mu,jadi lebih baik saling membantu bukan?” jawab tomoyo sambil tersenyum.

“iya..”

“…sakura hime,kalau kau tidak keberatan,aku mau ko mendengarkan ceritamu. Kau tadi menangis bukan karena luka mu kan? Tapi,ada masalah lain kan?” ucap tomoyo hime

“eh..kenapa kau tahu,tomoyo-chan..?” tanya sakura hime.

“karena aku bisa memahami sakura-chan yang temanku!” tomoyo pun menjawabnya sambil tersenyum.

Sakura hime pun menangis. Ia menceritakan semua kejadian kemarin dari awal sampai akhir kepada tomoyo. Tomoyo kelihatan sedikit terkejut,tapi dia juga tersenyum dan memahami bahwa sakura hime sedang jatuh cinta.

“jadi,sekarang,apa yang kau rasakan kepada syaoran,sakura-chan?” tanya sakura hime dengan ramah.

“a..aku..tidak tahu… aku… tidak bisa menatap mata nya..entah kenapa…aku jadi merasa… selalu menghindarinya..” jawab sakura hime

“baiklah,mungkin sakura-chan masih baru pertama kali merasakan ini,jadi tidak tahu apa yang kau rasakan sekarang. Tapi,cobalah pahami perasaan mu dengan sungguh-sungguh. Kau pun akan menemukan jawabannya”

“pahami…perasaanku? Kepada syaoran-kun?”

“iya..pahamilah. apa ini perasaan benci?”

“bukan…”

“tapi,kenapa kau selalu menhindari syaoran-kun?”

“aku..selalu berdebar.. saat melihat dirinya..”

“tapi,ada perasaan aneh antara kalian bukan?”

“iya..aku..seperti merasa.. ingin selalu dekat dengan nya,walaupunterkadang debaran jantungku tak dapat di hentikan..”

“itulah..yang namnya “perasaan suka & cinta”,sakura-chan”

“mungkin..memang iya…”

“ahaha. Sudahlah,lebih baik,kita istirahat saja dulu. Aku sudah minta izin ke akari-san,kau boleh menginap disini,sakura-chan.” Ucap tomoyo yang mengakhiri pembicaraan mereka yang cukup serius tadi.

“benarkah?? Waay! Aku ingin sekali mencoba menginap di rumah teman sejak dulu! Terima kasih,tomoyo-chan!” jawab sakura hime. Sepertinya,dia terhibur oleh kata-kata tomoyo.

“nah,ayo kita makan malam dulu,lalu kita bermain lalu istirahat” ucap tomoyo.

“iyaa!” jawab sakura hime.

Mereka pun makan malam di ruangan makan rumah pengusaha daidouji itu. Ruang makan yang sangat mewah,dengan lampu kristal di atasnya,dan meja panjang yang elegan,serta kursi yang empuk dan nyaman untuk mereka. Makanan nya pun sebanding dengan kemewahan semua itu. Semuanya makanan mewah yang dibuat oleh cheff dan pattisier kelas atas. Sakura hime dan tomoyo betul-betul senang hari itu.

Selesai makan,mereka pun mandi di kamar mandi yang sama mewahnya. Dengan bath tub yang berkilau dan sabun yang harum. Lalu,mereka pergi ke kamar dan bermain perang bantal seperti anak kecil,dan saat mereka mulai kelelahan,mereka pun tertidur.

Pagi harinya.

“selamat pagi,tomoyo-chan!” sambut sakura hime. Dia terlihat lebih segar hari ini.

“selamat pagi,sakura-chan!” jawab tomoyo dengan nada yang ceria juga.

“pelayan bilang,sarapan sudah siap! Aku menunggu tomoyo-chan dari tadi”

“kalau begitu,ayo kita makan,sakura-chan. Setelah itu,kita pergi ke aria company itu mengambil seragam undine mu dan kita akan latihan. Aku akan mengajari sakura-chan beberapa tehnik awal,sebagai trik agar kau bisa menjadi undine tingkat single dalam waktu singkat.”

“benarkaah?? Waaah,terima kasih,tomoyo-chaaan!!” jawab sakura hime sambil memeluk tomoyo.

Mereka pun memakan sarapan mereka,lalu pergi ke aria company. setelah sakura hime mengambil seragam undine nya,dan mereka pergi latihan.

Cuaca pagi itu sangat cerah. Sepertinya,cerahnya pagi ini adalah pembayaran dari cuaca mendung dan hujan kemarin. Senyuman orang-orang yang berjalan dan para undine yang latihan pagi pun terlihat sangat segar. Membuat sakura hime dan tomoyo semangat.

Tomoyo mengajari sakura hime berbagai macam hal. Cara menjaga keseimabnagn saat mendayung gondola,melewati belokan dan jalan sempit,dan lain-lain.

Sakura hime pun mengajak tomoyo pergi ke kafe yang kemarin ia,sakura dan tomoyo kunjungi. Yaitu kafe cat’s eyes. Mereka pun datang ke kafe itu.

“selamat siang” ucap sakura hime dan tomoyo.

“selamat datnag! Untuk berapa orang?”

Sakura hime dan tomoyo agak kebingungan. Suara yang menyambut mereka itu berbeda dengan suara fye-san. Mereka pun sedikit terkejut,ternyata yang menyambut mereka sebagai pelayan kafe adalah… syaoran.

Itu otomatis membuat sakura hime terkejut dan lagi-lagi mengalihkan pandangan nya dari syaoran-kun. Syaoran-kun terlihat sedikit sedih,dan tomoyo lah akhirnya yang berusaha memperbaiki keadaan.

“ah,syaoran-kun,sejak kapan kau bekerja disini?” ucap tomoyo.

“tidak..aku dimintai tolong fye-san untuk menjaga toko. Katanya dia dan kurogane-san pergi sampai malam untuk suatu keperluan,jadi aku yang akan menjaga toko” jawab syaoran.

“oh,begitu. Kalau begitu,tolong kursi untuk dua orang ya,syaoran-kun” ucap tomoyo.

“baik,silahkan” jawab syaoran-kun. Dia pun membawa sakura hime dan tomoyo ke kursi yang ada di pinggir dekat jendela. Mereka memesan dua buah ice cream parfait dan cheese cake.

“silahkan pesanan nya” ucap syaoran

“terima kasih” jawab sakura hime dan tomoyo. Sakura hime menjawab dengan suara yang kecil dan menundukkan kepalanya. Syaoran pun kembali ke pekerjaan nya,dengan mata yang agak sedih,tentunya.

“hei..sakura-chan,cobalah untuk bersikap wajar di depan syaoran-kun..kalau seperti itu terus,dia akan mengira kamu membencinya..” ucap tomoyo

“tapi..tapi..” jawab sakura hime.

“hum..”

Tomoyo berpikir bagaimana cara untuk membuat mereka bisa saling jujur dan tidak seperti ini terus. Akhirnya,ia pun mendapatkan ide.

“syaoran-kun,apa kau bekerja semdiri saja?” tanya tomoyo yang menghampiri syaoran.

“iya,aku yang memasak dan melayani tamu,karena watanuki pun tidak bisa membantu karena toko nya sibuk” jawab syaoran.

“hum…” tomoyo pun berpikir. Sepertinya,ia mendapatka ide.

“sakura-chan,karena latihan kita sudah cukup hari ini,bagaimana kalau kita membantu syaoran-kun? Kita sedang senggang kan?”

Syaoran dan sakura hime yang mendengarnya langsung berteriak berbarengan (lagi),

“EEEEEHHHH?????!!”

Wajah mereka memerah? Tentu saja. Tapi tomoyo mencoba untuk meminta sakura hime agar mau membantu syaoran-kun. Akhirnya,sakura hime mau membantu syaoran-kun. Dia pun mengganti seragam undine nya dengan seragam maid,begitu juga tomoyo.

Mereka membantu syaoran di kafe itu. Pengunjung yang ternyata semakin siang semakin ramai pun membuat mereka sibuk. Lalu,datngalh 3 pengunjung yang mereka kenal. Yaitu sakura,naruto dan sasuke.

“selamat datang! Untuk berapa orang,sakura-chan?” sapa sakura hime

“ah,sakura hime! Kau bantu-bantu di toko ini?” jawab sakura.

“iya,bersama tomoyo-chan” jawab sakura hime.

“ooh,begitu..wah,ada syaoran-kun juga ya. Kalau begitu,tolong untuk 3 orang ya”

“baik” jawab sakura hime.

Sakura hime pun membawa sakura-chan ke meja untuk 3 orang. Naruto seperti biasa,selalu dekat-dekat dengan sakura *dan sepertinya sakura tidak menyukainya* sementara sakura hanya memandang sasuke yang dari tadi diam dan seperti biasanya,cool.

“silahkan pesanannya,haru-chan.” ucap tomoyo yang mengantarkan pesanan sakura,naruto dan sasuke.

“terima kasih,tomoyo. Hei,ini pasti rencanamu kan? Mendekatkan sakura hime dengan syaoran-kun”jawab sakura.

“hehe,kau tahu ya? ya,aku membantu mereka untuk saling jujur. Sepertinya,mereka sulit untuk bisa saling jujur.” Ucap tomoyo.

“hum..kalau begitu,bagaimana kalau kami juga membantu? Iya,naruto,sasuke-kun?” tanya sakura.

“aku sih mau membantu! Kupikir syaoran itu lelaki yang baik,kasihan sekali kalau dia belum punya pacar. Dia selalu membantuku,sekarang aku akan membantu nya!” jawab naruto sambil memakan ramen bread nya.

“terserah. Kalau itu bisa membantu syaoran,aku mau membantu. Karena dia lah satu-satunya temanku yang normal” jawab sasuke dengan cool juga.

“nah,kalau begitu,ayo pikirkan strategi! Bagaimana kalau..” ucapan syaoran tidak bisa diteruskan,karena tomoyo harus pergi melayani pelanggan lain yang datang.

“selamat datang!” ucap tomoyo.

“selamat siang” ucap para tamu itu.

Ternyata,para tamu itu adalah rukia,ichigo—lelaki yang dikejar rukia waktu itu sehingga sakura hime terjatuh,hitsugaya,dan satu orang teman mereka yang berambut merah rancung,lelaki yang memakai kacamata dan berambut hitam,serta wanita bermabut orange panjang.

“ah,daidouji-san! Anda bekerja disini?” tanya rukia kebingungan. Begitu juga teman-teman mereka yang keheranan karena putri tunggal daidouji ada di kafe seperti ini dan memakai pakaian maid.

“iya,aku membantu sakura-chan dan syaoran-kun bekerja disini.” Jawab tomoyo sambil tersenyum.

“oh,ada syaoran juga ternyata. Dimana dia?” tanya lelaki bernama ichigo itu.

“oooooi,syaoraaan!!” teriak lelaki berambut merah rancung itu.

“ssst! Renji,ini kafe,jangan teriak-teriak!!” bentak rukia. Ternyata,ini yang bernama renji abaray,salah satu pasukan seven knights.

“hm? Sepertinya ada yang memanggilku?” tanya syaoran sambil keluar dari dapur.

“hey,syaoran!” sapa hitsugaya.

Syaoran,dan para anggota seven knights pun berbincang-bincang. Sepertinya,karena mereka sudah lama bersama-sama di pasuka seven knights,mereka menjadi dekat. Rukia mendekati sakura hime yang sedang berbincang dengan sakura dan tomoyo.

“maaf..kau sakura hime kan?” tanya rukia

“iya” jawab sakura hime.

“kemarin,maaf ya… aku tidak sengaja menabrakmu sehingga kau terluka. Hari ini aku membawa temanku,namanya orihime inoue. Dia ahli obat-obatan dan dia membawa obat untuk menyembuhkan kakimu” ucap rukia

“ehh..tidak apa-apa ko! Aku baik-baik saja! Aku juga yang salah karena berdiri sampai menghalangi jalan..” jawab sakura hime

“tenang sajaa! Aku akan menyembuhkanmu,sakura hime! Aku sudah racik obat kemarin,tapi aku tidak tahu detail nya tentang luka mu,boleh kulihat?” ucap perempuan bernama orihime itu.

“eh..tidak apa-apa ko,inoue-san..” ucap sakura hime

“panggil saja aku orihime,ya! Mana,kulihat lukamu..” jawab orihime.

Sakura hime menunjukkan lukanya kepada orihime. Lukanya sudah tidak begitu parah karena kemarin syaoran-kun mengobatinya. Setelah itu,orihime pun memberikan sakura hime sebuah obat. Sakura hime pun berterima kasih kepada orihime.

“wah,syukurlah ya kalau ada obatnya. Kuharap kau cepat sembuh,sakura” ucap syaoran sambil berjalan ke dekat sakura hime & memegang obat yabg ada di tangan sakura hime. Sakura hime yang teringat kejadian kemarin pun langsung saja menepak tangan syaoran-kun sampai obatnya pun terjatuh. Semua yang ada disitu pun kebingungan.

“ma..maafkan aku! Aku..ti..tidak sengaja!” ucap sakura hime

“tidak apa-apa..” jawab syaoran dengan mata yang agak sedih.

Sakura hime mengambil obat nya yang terjatuh sambil menunjukkan wajah yang memerah. Tomoyo dan sakura hanya bisa menghela nafas melihat sikap sakura hime yang tak mau jujur,dan yang lainnya pun segera cepat menyadari kalau mereka saling menyukain dan tak bisa jujur. Tomoyo dan sakura yang mempunyai strategi pun,bekerja sama dengan semuanya untuk bisa mendekatkan syaoran dan sakura.

Dimulai dari tahap pertama. Strategi mereka adalah: membiarkan syaoran dan sakura berdua saja untuk bisa saling bicara jujur.

“eh..suaoran,maaf,bisa tidak kau dan sakura hime membawa bahan-bahan ini ke ruang penyimpanan? Aku harus melayani beberapa tamu disini,jadi tolong ya. Sakura hime juga,tolong ya.” Ucap tomoyo.

Reaksi syaoran dan sakura hime? Tentu kalian bisa menebaknya. Tapi tak apalah,akan kuberitahu lagi seperti apa reaksi mereka.

“. . . . .APAAAA????!! KAMI???!!!” teriak syaoran dan sakura hime.

“iya. Memang siapa lagi? Kita tidak mungkin kan kita menyuruh tamu yang melakukan nya” ucap tomoyo sambile tersenyum.

Syaoran dan sakura hime akhirnya terpaksa menerima nya. Mereka pun pergi ke gudang penyimpanan. Di belakang mereka,tomoyo,sakura dan rukia ternyata mengikuti sambil memasang “devil face and evil smile (?)”.

Syaoran dan sakura hime tidak banyak berbicara,mereka hanya bicara “ya” atau “tidak”. Kadanga hanya saling bilang “hm”. Sungguh payah sekali,itulah pikir tomoyo,sakura dan rukia.

Ketika mereka selesai membereskan barang,ternyata tomoyo mengunci mereka dari luar!.

“eh…kenapa pintunya susah dibuka ya?” tanya syaoran keheranan. Dia mencoba membuka-buka pintunya,tapi tidak bisa. Di dobrak pun agak susah. (lalu diketahui lah,pintu itu ditahan oleh banyak kayu. Kerjaan naruto dkk.)

“bagaimana ini..aku berduaan terkunci di ruangan ini hanya bersama syaoran-kun.. auhh…” bicara sakura hime dalam hati.

“uhm..sakura” ucap syaoran

“ii..iya!?” jawab sakura hime

“sepertinya kunci nya sedikit macet. Aku sudah meminta bantuan ke fye-san lewat SMS *edan,keren euy* dan katanya kita disuruh menunggu sebentar lagi” ucap syaoran.

“i..iya,baiklah!” jawab sakura hime.

Mereka hanya diam-diaman di ruangan itu. Bahkan,mereka duduk berjauhan. Tomoyo yang mengintip dari celah kecil pun malah berpikir “sama saja dengan bohong. Mereka tidak mau mengaku.”

“….sakura.” ucap syaoran.

Tomoyo pun berteriak dalam hati “YEEES! Akhirnya,syaoran yang mau jujur duluan! Sepertinya dia ingin bicara serius!”.

“i..iya,ada apa???” jawab sakura hime dengan gugup.

“aku hanya ingin minta maaf. Mungkin..gara-gara kejadian kemarin,kau jadi menghindari ku.” Ucap syaoran. Wajah nya sangat serius sehingga sakura hime semakin tidak bisa menatap matanya.

“i..itu bukan salahmu ko..itu…” jawab sakura hime.

**keadaan di luar**

“tomoyo…kejadia kemarin maksudnya apa?” tanya rukia

“eh..akan kuceritakan,tapi kalian jangan bilang tau hal ini dari aku ya..” jawab tomoyo.

Tomoyo menjelaskan kejadian dari awal sampai akhir.

“A..APAAAA!!???? CII..CII…U…..MA…!” mereka berteriak berbarengan,tapi tomoyo memotongnya dengan satu kata: “sssst…!”

“sudahlah! Kita lihat saja dulu keadaan mereka di dalam!” ucap tomoyo.

Mereka pun terdiam.

**keadaan di dalam**

Syaoran menatap sakura hime dengan serius. Pandangan matanya yang seperti itu rasanya tak pernah ada dalam diri syaoran. Sakura hime hanya bisa mengalihkan pandangan nya. Syaoran pun meneruskan ucapan nya.

“sakura. Aku.. hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Ucap syaoran.

“a..apa..??” jawab sakura hime

“aku..”

Sebenarnya,apa yang syaoran ingin katakan??? Tunggu update aja nyooo~~~~~ :D

“a way to be undine” part 2

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Mei 10, 2009 by nacchan-hime

Sore itu,syaoran dan sakura hime datang ke toko yang dimiliki oleh perempuan bernama yuuko itu.

“selamat siang” ucap syaoran.

“selamat siang,syaoran. Dan siapa gadis berseragam undine ini?”

“aku sakura kinomoto,salam kenal.”

“oh,aku yuuko Ichihara,pemilik toko dan kafe ini,salam kenal. Mau minum teh bersamaku,sakura hime?”

“eh..boleh.. tapi,kenapa kau memanggilku dengan panggilan “hime”? kau tahu aku seorang putri?”

“aku tahu,karena aku teman lama dari clow reed,ayah mu”

“ah,jadi yuuko-san teman ayah ku,ya!”

“iya,apakah ayahmu baik-baik saja?”

“ayah baik-baik saja,yuuko-san”

“syukurlah..,nah,ayo kita minum teh bersama,sakura hime. Watanukiiii!!”

Yuuko-san memanggil seorang laki-laki berkacamata dan ia memakai celemek di bajunya. Di bawanya nampan yang tersimpan 2 cangkir teh dan kue di atasnya.

“yuuko-san!! Tidak usah berteriak seperti itu! Aku sudah bisa mendengar suara mu dari dapur! Karena kau berteriak,tamu-tamu jadi pada terkejut!”

“maaf,maaf…kau lambat sih.” Yuuko-san menertawakan laki-laki itu.

“ah,ada tamu baru ya. Apa gadis undine ini kenalan mu,syaoran?”

“iya,dia teman ku,namanya sakura hime”

“aku watanuki kimihiro,salam kenal,sakura hime” watanuki tersenyum.

“aku sakura hime,salam kenal”

“watanuki~~ sudahlah,cepat simpan teh nya dan layani tamu yang lain~~ bawakan juga aku sake!! Sakeeeeeeeeeeeeeee~!”

“iya,iya! Jangan seperti anak kecil,yuuko-san!”

Watanuki pun pergi ke dapur untuk membawakan sake. Sakura hime dan yuuko-san minum teh sambil bercakap-cakap,dan syaoran sepertinya senang melihat-lihat buku-buku lama dan bersejarah di toko itu. Percakapan sakura hime dan yuuko-san berlangsung lama,lalu seorang gadis berseragam sekolah dan seorang laki-laki yang memakai seragam yang sama juga datang.

“selamat siang,yuuko-san!” seru gadis itu.

“oh,selamat siang himawari-chan & doumeki-kun”

“hai,syaoran!” sapa gadis bernama himawari itu.

“hai,kunogi-san & doumeki-san”

“hai” jawab lelaki bernama doumeki itu dengan singkat.

“euhm~ siapa gadis undine ini? Apa kau kekasih syaoran?” ucap himawari yang sedikit bercanda dan tertawa kecil.

Wajah sakura hime dan syaoran menjadi merah,dan dengan serentak mereka menjawab,

“BUKAAN! KAMI HANYA TEMAN KOQ!!!”

“wah,kalian kompak ya,lucu sekali” tertawa himawari.

“mereka memang cocok” ucap yuuko-san.

“aku kunogi himawari,salam kenal! Siapa namamu?”

“aku..sakura kinomoto..salam kenal..”wajah sakura hime masih merah karena ucapan himawari tadi.

“ini doumeki-kun,kenalkan!”

“doumeki shizuka.”

“sa..sakura kinomoto..”

“himawari-chan,doumeki-kun,sakura hime adalah putri di negrinya,kalau kalian mau,harap panggil dia dengan sebutan hime ya~”ucap yuuko-san.

“baiklah,sakura hime,panggil saja aku himawari-chan,ya”

“i..iya” jawab sakura hime.

“kau kesini untuk bertemu watanuki,ya?” ucap syaoran.

“iya! Doumeki bilang dia ingin makanan buatan watanuki,aku juga mau mengembalikan buku yang aku pinjam dari nya”

“watanuki!!!! Ada himawari-chan dan doumeki-kun,niiiih!” teriak lagi yuuko-san.

Sakura hime berpikir,pasti watanuki akan datang sambil marah-marah lagi,karena yuuko-san berteriak memanggil namanya dengan keras. Namun pikiran itu salah. Watanuki datang berlari,dengan suara langkah kaki yang semangat menggebu-geu,persis suara langkah kaki naruto saat akan memeluk sakura tadi.

“himawari-chaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan~!!” watanuki datang,dengan wajah tersenyum lebaar,ceria,dan berseri-seri.

“selamat siang,watanuki-kun” jawab himawari dengan senyum.

“oi” sapa doumeki dengan singkat.

“HAAH??! Kenapa ada si bodoh doumeki ini juga??! Tapi biarlah,aku beruntung bisa melihat wajah himawari-chan di sore hari~”

“…aho.” Ucap doumeki.

“SIAPA YANG AHO,HAH????!!” jawab watanuki penuh amarah.

Terjadilah perbincangan kecil antara mereka bertiga. Akhirnya sakura hime mendapatkan kesimpulan bahwa watanuki menyukai himawari tetapi sangat membenci doumeki. Namun mereka bertiga akrab seperti seorang sahabat.

“anu..aku,harus pulang sekarang,selain sudah sore,aku takut akari-senpai khawatir aku belum pulang” ucap sakura hime.

“oh,jadi kau murid akari ya,yang dari aria company itu?” jawab yuuko-san.

“iya”

“baiklah..aku akan memberinya sedikit oleh-oleh.. karena aku juga jarang bertemu dengan nya semenjak ia menjadi prima undine. Dia undine yang sangat sibuk. Maru,moro,kemari sebentar”

Dua orang gadis manis berpakaian maid pink dan biru muda datang. Mereka mirip seperti saudara kembar. Dan sepertinya mereka selalu berbicara bersamaan.

“iyaaaaa,yuuko-san??” jawab mereka bersamaan.

“tolong ambilkan benda yang ada di rak kedua di atas,benda yang sudah aku siapkan untuk akari”

“benda di rak kedua!”

“untuk akari~”

“laksanakaaaan~”

Gadis bernama maru dan moro itu pergi mengambil benda yang yuuko-san siapkan untuk akari-senpai. Mereka akhirnya kembali dengan memberikan satu buah kantung berwarna ungu dan berisikan kotak yang entah apa isi di dalam nya. Sakura hime pun berpamitan dan pulang ke aria company.

——————————————————————————————–

“aku pulang”

“selamat datang,sakura hime” sambut akari-senpai.

“iya,ah,akari-senpai,ini,ada titipan barang dai yuuko-san untuk mu”

“eh? Sakura hime kenal dengan yuuko-san?”

“iya,aku dikenalkan oleh syaoran”

“wah,nampaknya hari ini,kau bertemu banyak orang dan mendapatkan teman baru,ya”

“iya,aku bertemu tomoyo-chan,sakura-chan,syaoran-kun,naruto-san,yuuko-san,watanuki-san,himawari-chan,dan doumeki-san.”

“aku senang kau bisa ber adaptasi dengan mudah,sakura hime.”

“terima kasih! Aku juga sudah berlatih hari ini”

“ouh,bagaimana latihan mu?”

“aku sudh lumayan lancar mendayung gondola! Aku akan berlatih terus setiap hari!”

“berjuanglah,sakura hime” senyum akari-senpai.

“iya,aku akan berjuang!”

Akari-senpai menyiapkan makan malam,dan sakura hime pun membantunya. Mereka bercakap-cakap,dan tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu.

“aku pulaaaang,pyon!” suara imut itu datang,dan juga langkah kaki kecil yang berjalan.

“selamat datang,mokona sachou!”

“aku pulang dari tamasya ku,akari~”

Sakura hime awalnya tidak mengerti apa yang berbicara itu. Dia seperti kelinci putih,namun bulat dan bisa berbicara. Lalu,benda bulat itu menjelaskannya kepada sakura hime.

“aku maskot aria company! Setiap gondola company mempunyai maskot berupa hewan sihir yang menjadi legenda di neo-venezia. Kau mengetahui nya,kan?”

Akhirnya,sakura hime pun mengerti.

“aku mokona modoki!  Maskot aria company! Salam kenal,sakura hime! Tee-hee~!”

“aku sakura hime..salam kenal”

“ufufufu,besok,mokona akan mencoba berlatih bersamamu,sakura hime! Bagaimana dengan akari?”

“maaf,mokona sachou,aku sudah ada janji dengan aika dan alice,jadi tidak bisa ikut.. maaf juga ya sakura hime”

“tidak apa-apa,aku akan mencari teman lagi! Dan berlatih bersama mokona sachou”

“tenang saja! Serahkan semuanya kepada mokona!”

“ya,mohon bantuan mu,mokona sachou”

Akari,sakura hime dan mokona pun pergi tidur,dan esok pagi nya,mereka bersiap-siap..

“aku pergi”

“hati-hati di jalan,sakura hime”

“iya!”

Sakura hime berlatih bersama mokona sachou,mereka mencoba bagaimana cara mendayung gondola dengan keadaan seimbang,melewati jalan yang sempit,atau melewati belokan. Di tengah latihan,mokona sachou tiba-tiba tertidur. Lalu,sakura hime bertemu dengan seorang gadis yang mendayung gondolanya. Gadis itu berseragam undine bergaris warna hijau. Ternyata,itu adalah sakura.

“sakura himeeeeee!” panggil sakura.

“ah,sakura-chaaan!”

Sakura hime pun mendayung gondolanya mendekati gondola sakura. Mereka pun akhirnya berlatih bersama dengan menaiki gondola sakura hime.

“tehnik sakura-chan sudah lumayan bagus ya! Aku belum bisa melewati jalan sempit dan belokan begitu,pasti saja menabrak gondola lain”

“ahaha,sakura hime kan baru berlatih 2 hari yang lalu,jadi masih belum terbiasa. Tenang saja,nanti juga kau pasti bisa.”

“iya,terima kasih!”

——————————————————————————————–

Lalu,gondola yang mereka naiki melewati sbuah bangunan besar. Ternyata itu adalah daidouji company,perusahaan milik keluarga tomoyo. Dan gerbang besar di gedung itu dibuka,dan keluarlah tomoyo dengan seragam undine nya yang bergaris warna ungu itu. Tomoyo melihat sakura hime dan sakura,dan gondola nya menghampiri gondola milik sakura dan sakura hime.

“selamat siang” sapa tomoyo.

“selamat siang,tomoyo-chan!” jawab sakura hime

“selamat siang,daidouji-san” jawab sakura.

“iya,ah.. gadis ini juga sudah tahu namaku,ya.. aku belum tahu namamu,siapa kah namamu?” tanya tomoyo

“aku sakura haruno,salam kenal”

“waah,kau punya nama yang sama dengan sakura-chan! Uhm… pasti agak susah membedakan nama panggilan kalian..jadi,bagaimana kalau kau kupanggil haru-chan saja?” jawab tomoyo

“silahkan,daidouji-san” jawab sakura dengan senyum di wajahnya.

“panggil saja aku tomoyo. Salam kenal ya!”

“iya!”

“uhm..tomoyo-chan,apakah kau mau berlatih bersama kami?” tanya sakura hime.

“boleh! Aku senang bisa berlatih bersama kalian”

“kalau begitu,ayo kita berlatih bersama,tomoyo!”

Tomoyo,sakura hime dan sakura berlatih bersama. Lalu mereka memutuskan untuk beristirahat di suatu kafe.

“selamat datang di kafe kami”

“selamat siang,fye-san!”

“waaah,ternyata tomoyo-chan yaa! Silahkan masuuk~”

“terima kasih” jawab tomoyo sambil tersenyum.

“apa dua gadis ini teman mu?”

“iya,mereka sakura-chan dan haru-chan! Kenalkan,ini fye-san,pengelola kafe ini”

“aku sakura kinomoto,salam kenal.”

“aku sakura haruno,salam kenal”

“aku fye,salam kenal~ kurasa lebih baik kalian masuk dulu,akan ku kenalkan juga pada temanku”

“baik.”

Mereka pun memasuki kafe bernama “cat’s eye” itu. Setelah memesan ice milk dan fye mencatat pesanan mereka,ada seorang lelaki bertubuh besar memakai hakama dan membawa pedang kayu dan karung besar datang. Wajahnya menyeramkan,tapi dia tidak terlihat jahat.

“selamat dataaaaaaang,kuro-pyooooooon~” sambut fye-san.

“JANGAN PANGGIL AKU KURO-PYON!!!!” bukannya menjawab sambutan fye,dia malah marah karena sebutan itu,dan menyimpan karung besar yang di bawanya tadi itu.

“selamat datang,kurogane.” Sapa tomoyo.

“ah,ternyata tomoyo. Sedang apa kau disini?” jawab nya dengan kasar.

“aku sedang minum dengan teman ku.” Jawab tomoyo dengan lembut.

“a..aku sakura kinomoto…salam kenal.”

“aku sakura haruno”

“…kurogane.”

“panggilan nya adalah kuro-pyoon! Atau juga bisa dipanggil kuro-tan,kuro-tango,atau…”

“HENTIKAN NAMA PANGGILAN ANEH ITU!!!”

Tiba-tiba mokona sachou yang awalnya tertidur bagun dan melompat ke arah kurogane.

“kuro-piiii~~~~!!! Mokona rindu padamu!!!”

“waaaah~ ternyata dari tadi ada mokona yaa~” jawab fye

“iiyaaaa,lama tidak bertemu yaa,fye,kuro-chii~~!!”

“JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN ANEH ITU,BAKPAU PUTIIIHHH!!!” jawab kurogane sambil setengah *atau mungkin memang sudah* mengamuk.

“kurogane,tolong jangan berteriak seperti itu,ini kafe,nanti pengunjung bisa kabur melihatmu.” Ucap tomoyo,memotong pembicaraan mereka.

“..cih” kurogane pun diam dan duduk di sofa.

Sakura hime dan sakura pun berpikir,sepertinya ada sesuatu antara kurogane dan tomoyo. Selain kurogane menurut dengan ucapan tomoyo,wajah tomoyo pun terkadang terlihat senang saat sedang bicara dengan kurogane.akhirnya,mereka pun pergi dari kafe itu,dan meneruskan latihan mereka.

——————————————————————————————–

Suasana latihan kali ini agak sepi dan serius. Namun,satu pertanyaan dari sakura hime yang polos *entah bodoh dan blak-blakan* mengubah suasana latihan itu.

“hey,tomoyo-chan,apa kau menyukai kurogane-san? Apa ada hubungan khusus antara kalian?” tanya sakura hime dengan polos nya,lalu sakura pun menutup mulut sakura hime sambil berkata “ssst…!”

Wajah tomoyo menjadi merah,dan ia menjadi salah tingkah. Sikap yang belum pernah mereka lihat sebelum nya dari seorang putri di daidouji company itu.

“bu..bukan! kurogane hanyalah lelaki yang aku temukan di tengah kota saat berumur 6 tahun!! Dia tidak punya keluarga dan sepertinya kesepian,akhirnya aku memutuskan untuk merawatnya di rumahku sebagai pengawalku! Kami hanya tumbuh bersama sejak kecil!” jawab tomoyo dengan wajah merah dan gugup.

“wah,wajah tomoyo menjadi merah~” ucap sakura dengan nada menyindir dan pandangan curiga.

“tidak,kalian salah paham!!” jawab tomoyo.

“mokona bisa merasakan nyaa~ tomoyo sekarang sedang berdebar-debar~~”

“ti..tidaak!”

Gondola yang mereka naiki hampir saja menabrak gondola lain,untunglah tehnik tomoyo yang sudah mahir membuat gondola mereka menghindari gondola itu.

“ah…maafkan  kami..” ucap sakura hime,tomoyo,dan sakura.

Di gondola itu ada seorang undine juga,dia memakai seragam undine bergaris hitam,dan gadis itu sepertinya sudah menjadi tingkat single. Bisa terlihat dari tangan nya yang hanya memakai satu sarung tangan.

“tidak apa-apa,aku juga salah karena sedang melamun”

“ah..kau rukia kuchiki bukan? Gadis yang terkenal karena sudah menjadi single undine dalam waktu 3 minggu..” ucap tomoyo.

“iya,daidouji-san. Aku juga mengetahui mu. Kau undine yang hebat.” Jawab gadis bernama rukia itu.

Sakura hime dan sakura berpikir bahwa hebat nya gadis itu. Padahal seumur,tapi dalam waktu 3 minggu sudah jadi undine tingkat single.

“daidouji-san,apa mereka teman mu?” tanya gadis bernama rukia itu.

“iya,kenalkan..ini sakura-chan,dan ini haru-chan”

“sakura kinomoto,dari aria company,salam kenal..”

“haruno sakura,dari konoha company,salam kenal”

“rukia kuchiki,dari soul society company,senang bertemu kalian”

“kuchiki-san,mau berlatih bersama kami?” tanya tomoyo.

“maaf,aku akan bertemu senior ku sekarang..mungkin lain waktu” jawab rukia.

“begitu..kalau begitu,sampai jumpa!”

“sampai jumpa..”.

Rukia mendayung gondola nya jauh dari kami,dan kami pun berlatih lagi.

Lalu,di atas jembatan saat mereka mendayung gondola,terlihat seorang lelaki berambut hitam,dan sakura pun melihatnya sambil berteriak,

“SASUKE-KUUUUUUUUUUN~!!!” mata sakura berubah menjadi hati.

Laki-laki itu menoleh,dan sepertinya melihat sakura dengan pandangan mata yang seolah berkata “haaaah,dia lagi.”

Sakura pun meminta tomoyo untuk berhenti sebentar,dan menghampiri sasuke. Ternyata,sasuke tidak sendirian. Ada syaoran juga disana. Sepertinya,syaoran,sasuke dan naruto adalah teman. Seperti watanuki,himawari dan juga doumeki.

“selamat siang” ucap syaoran.

“si..siang!” jawab sakura hime.

“hey..ada sesuatu ya di antara mereka?” bisik tomoyo ke sakura

“iya..sepertinya syaoran dan sakura hime saling menyukai”

“oh..”

“ada apa kalian berbisik-bisik seperti itu?” tanya sasuke.

“eh? Aaaah,tidak,tidak ada apa-apa..ah,sasuke,kenalkan,dua temanku..”

“aku sakura hime,salam kenal”

“tomoyo daidouji,salam kenal.”

“uchiha sasuke.” Jawab lelaki itu dengan gayanya yang cool.

“anu..sasuke-kun,kau mau kemana? Aku jarang melihat mu lewat sini”

“bukan urusan mu,bukan..?” jawab sasuke dengan cool juga,dan terkesan sombong. Padahal,sakura bertanya baik-baik.

“haruno-san,tadi,naruto mencarimu” ucap syaoran.

“aaaah,lupakan saja dia! Aku tidak pedulii!” jawab sakura.

“begitu ya..” jawab lagi syaoran.

“semuanya,bagaimana kalau kita makan kue dan minum the di kafe sana? Kafe itu salah satu milik dari perusahaan ibu ku,jadi kalian tidak usah bayar,aku akan…”

“TOMOYOOOOOO!”

Ucapan tomoyo terpotong karena teriakan itu. Ternyata,kurogane yang memanggil tomoyo dengan suara keras.

“ada apa,kurogane? Jangan memuat ku dan teman-teman ku kaget” jawab tomoyo dengan lembut dan sedikit terkejut.

Suasana sedikit tegang dan terkejut,memang. Rasanya seperti ada halilintar menyambar dengan cepat di siang hari. Wajah sasuke yang awal nya cool saja terlihat jelas terkejut. Sakura pun tertawa melihatnya.

“TOMOYOO! Aku diminta ibu mu untuk  memanggilmu! Katanya ada pesta di kota man home nanti malam,kau diminta untuk ikut bersama nya!” ucap kurogane.

“ah..baiklah,aku pulang sekarang..maaf teman-teman,aku harus pulang,besok kita teruskan latihan nya ya. Sampai besok!” ucap tomoyo.

——————————————————————————————–

Tomoyo pun pulang bersama kurogane,dan tinggalah 4 orang ini.

“sasuke-kuuun~ mau tidak kita ke tempat guru kakashi bersama-sama?” ajak sakura dengan manja.

“tidak. Aku sibuk. Syaoran,aku duluan ya.”.

Sasuke pun pergi.

“eeeeeh?? Sasuke-kuuun,tunggu!!” sakura pun mengejar sasuke. Dan tinggalah syaoran dan sakura hime berdua lagi. Dan seperti biasa,sepertinya mereka berdebar-debar.

Akhirnya,syaoran pun memulai pembicaraan.

“uhm… apa saja tehnik undine yang sudah kau kuasai?”

“aku..baru bisa sedikit..karena aku juga baru 2 hari berlatih..”

“oh..”.

Suasana menjadi hening, saking berdebarnya,mereka jadi tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Saking hening nya keadaan saat itu,setiap suara air yang mengalir saja terdengar oleh mereka. Suara detak jantung mereka,semua terdengar dengan jelas. Tapi,ada sesuatu memecah kesunyian mereka..

“ICHIGOOOOOO!!!”

Suara teriakan lagi. Untuk kedua kalinya,syaoran dan sakura hime terkejut,dan jantung mereka berdebar dengan kencang. Suara teriakan kali ini dari seorang gadis. Dan sepertinya,sakura hime kenal dengan duara gadis itu.

Seorang laki-laki berambut rancung berwarna orange lari di antara syaoran dan sakura. Laki-laki itu tinggi,dan diikuti seorang wanita yang mengejarnya di belakang. Wanita itu berambut pendek,kecil,dan memakai seragam undine bergaris hitam. Ternyata,itu adalah rukia kuchiki,gadis yang sakura hime temui tadi.

“ICHIGOOO! KEMBALI KAU!!” teriak rukia.

“huh,diam kau! Terserah aku kan aku mau berlatih pedang atau tidak! Aku malas hari ini!” jawab lelaki bernama ichigo itu.

Mereka lari melewati syaoran dan sakura hime,membuat sakura hime tersandung dan terjatuh. Kaki sakura hime terluka.

“sakura! Kau tidak apa-apa??” syaoran mengulurkan tangan nya

“i..iya,aku tidak apa-apa..”

“rumahku tidak jauh dari sini,lebih baik kau obati dulu luka mu di rumahku.”

“eh? Apa tidak akan merepotkan mu?”

“tidak,ayo,aku akan membantumu jalan”

“terima kasih..”

Sakura hime dibantu syaoran berjalan ke rumah nya. Mereka pun sampai ke rumah syaoran.

“silahkan duduk dulu,aku akan mengambil obat”

“i..iya,terima kasih,syaoran-kun.”

Syaoran mengambil obat untuk sakura hime,lalu ia kembali dengan membawa sebuah kotak berwarna putih berisikan obat. Syaoran pun akhirnya mengobati luka sakura hime.

“terima kasih banyak,syaoran-kun.”

“sama-sama,sakura”

Lagi-lagi..suasana hening.

“euh..sakura,aku akan membawakan mu minuman,silahkan tunggu disini saja ya” ucap syaoran-kun

“ba..baik” jawab sakura.

Syaoran-kun pun pergi ke dapur *ya iyalah masa ke wc* untuk mengambil minum dan makanan kecil untuk sakura. Akhirnya,dia pun kembali.

“silahkan the nya,sakura.”

“terima kasih,syaoran-kun” jawab sakura hime dengan gugup. Dia menerima gelas dengan tangan gemetar,dan wajah memerah.

Sakura hime hendak mengambil gula di dapur,namun karena kaki nya yang masih sulit untuk berdiri,dia terjatuh,dan di selamatkan oleh syaoran-kun yang menarik tangan nya,namun syaoran-kun pun terjatuh dan menahan dirinya dengan tangan nya agar sakura hime tidak tertimpa oleh nya.

Namun,mereka merasa seperti ada yang aneh. Mereka pun membuka mata,dan..

Mereka melihat wajah mereka yang saling bertatapan dan sangat dekat sekali. Dan guess what? Bibir mereka bersentuhan.

Sakura hime dan syaoran hanya diam,dan apa yang akan terjadi? Kita lihat chapter selanjutnya…

Ugyaaaaa~~ chapter 2 sudah adaa~ doki-doki yo…. Hehe :p

“a way to be undine” part 1

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on April 30, 2009 by nacchan-hime

“perhatian,perhatian,penerbangan dengan jalur clow country-neo venezia akan segera landas. Diharapkan bagi yang sudah memiliki tiket harap bersiap-siap. Kami ulangi..”

“AAAAAAAGHH!!!” seorang gadis berteriak,dia menjadi perhatian orang-orang yang terkejut mendengar teriakannya.

“aku telaaaaaaaaaaatt!”teriak gadis itu.

Orang-orang yang awalnya menatap gadis itu dengan pandangan sinis berubah menjadi tatapan penuh hormat,dan mereka berkata,”oh,ternyata putri sakura yang berteriak..”

“aku telaaaaaaaaat!!! Padahal aku sudah berusaha bangun pagi!! Tapi karena terlalu senang karena kakak mengijinkan aku untuk menjadi undine,aku telat banguuuun!!”

putri sakura berteriak sambil berlari,dan untunglah dia masih sempat menaiki pesawat terakhir itu.

Perjalanan pun dimulai,sekitar 4 jam putri sakura menaiki pesawat itu dan ia pun sampai di planet aqua,neo-venezia.

“hebaaaaaaaaaaat! Aku dapat melihat laut dimana-mana! Air nya jernih,banyak gondola yang berlalu-lalang,sungguh pemandangan yang aku impikan!”

Ponsel sakura hime berbunyi,dan ternyata ia mendapatkan telepon dari akari mizunashi,senior tingkat prima undine yang akan menjadi pembimbing nya selama belajar menjadi undine tingkat double.

“halo,dengan sakura kinomoto yang berasal dari clow country?”

“ya,ini aku,akari-senpai! Aku sudah sampai! Dimana anda akan menjemput saya?”

“aku akan menjemputmu di staiun.. tapi entah kenapa,rasanya suara mu dekat sekali ya”

“aku juga berpikir begitu,haha” tiba-tiba,sakura hime menabrak seseorang di belakang,dan ternyata orang itu adalah akari-senpai sendiri.

“sakura hime,ternyata dari tadi kita menelepon sambil berjarak 20 cm begini ya?? Aduuuh,ludes pulsa kuuuu”

“tenang akari-senpai,aku akan mentraktir mu pulsa sesampainya aku di aria company” kata sakura hime sambil tersenyum.

“hwaaaa,kalau begitu,ayo kita segera ke aria company! Aku akan tujukkan kamarmu,seragam undine mu,dan gondola mu! Ikuti aku!”

Akari berjalan sambil menunjukkan sakura hime dimana tempat gadis itu akan belajar menjadi undine nanti nya.

Sesampainya di aria company

“huwaaa,aku suka tempat ini~ walaupun kecil,tapi sungguh sangat nyaman dan hangat..”

“terima kasih,sakura hime. Di atas adalah kamarmu,aku akan mengajari mu tehnik-tehnik dasar mendayung gondola setelah kau beristirahat”

“ya! Terima kasih!”

Sakura hime pun membereskan barang nya,dan langsung beristirahat. Tak lama kemudia,ia mengganti pakaian nya menjadi seragam undine,lalu pergi ke bawah.

“wah,kau sangat cocok dengan seragam itu,sakura hime”

“sungguh?” jawab sakura hime

“iya” jawab lagi akari dengan senyum nya.

Sakura hime terlihat sangat senang,ia sangat mengagumi seragam undine bergaris pink itu. Walaupun sebenarnya ia menginginkan seragam undine yang bergaris biru seperti akari. Tetapi,aria company kini sudah merubah warna garis di seragam undine mereka.

“nah,apa kau sudah siap,sakura hime?”

“yaaaa! Aku siaaaap!”

Mereka pun menaiki gondola mereka. Akari mengajari tehnik dasar mendayung gondola. Sakura hime begitu serius memperhatikannya,dan sakura hime pun dengan mudah menguasai tehnik dasar mendayung gondola itu.

“kau memang hebat,sakura hime! Biasanya,butuh waktu lama untuk orang luar neo venezia menguasai tehnik dasar karena mereka tidak pernah melihat undine sebelumnya,tetapi kau langsung bisa menguasainya! Hebat sekali”

akari memujinya,dan membuat wajah sakura hime sedikit memerah.

“aku selalu melihat tayangan undine di TV kerajaan ku,dan aku juga melihat akari-senpai di TV,karena senpai terkenal di neo venezia bukan? Senpai dan dua teman senpai yang bernama alice carrol dan aika granzchesta itu adalah 3 peri air yang sangat kukagumi!”

Kini,wajah akari lah yang mulai memerah.

“terima kasih,sakura hime! Aku yakin,kau pun bisa menjadi 3 peri air seperti kami nantinya.”.

“sungguh? Kalau begitu,saat kau memberiku ujian untuk menjadi prima dan lulus nanti,apa nama prima yang akan kau berikan kepadaku? Nama prima mu adalah ‘aquamarine’,bukan? Dan nama prima alice-san adalah ‘orange princess,dan aika-san adalah ‘rozen queen’! aku hapal nama-nama kalian!”

Akari pun tertawa kecil.

“nah,bagaimana kalau namamu adalah ’sa—–”

Omongan akari terpotong karena gondola yang sakura hime kayuh menabrak gondola lain,dan disana terlihat seorang gadis manis berambut panjang bergelombang yang sedang berlatih juga bersama senpai nya.

“ah,maafkan aku!!” bicara sakura hime.

“tidak apa-apa,lain kali hati-hati ya” jawab gadis itu dengan ramah,suaranya sangat merdu,dan senyum nya pun sangat manis.

“sakura hime,kau tidak apa-apa kan?”

“ah,tidak,aku tidak apa-apa”

“gadis itu tadi bernama tomoyo daidouji,putri pemilik daidouji company,dia juga seorang undine yang seumur dengan mu,namun tingkatnya sekarang sudah single”

“waaah! Hebaaat! Dia sebentar lagi menjadi prima,dong?”

“mungkin,karena dia sudah belajar menjadi undine sejak umurnya 10 tahun,tehnik nya pun sudah bagus”

“waaah,aku iri…”

“tapi,sakura hime juga bisa ko menjadi prima suatu saat nanti,prima yang hebat..aku yakin itu”

“terima kasih,akari-senpai!”

Mereka pun meneruskan latihan mereka,dan akhirnya mereka pulang ketika hari sudah sore.

“aku lelaaah~” sakura hime pun langsung duduk dan mengistirahatkan tangannya yang sejak tadi mendayung gondola itu.

“ahaha. Nanti juga,kau akan terbiasa. Latihan saja ya..”

“iyaa!”

“ah,maaf sakura hime.. besok aku ada rapat undine tingkat prima,jadi mungkin kau bisa berlatih sendiri,atau mungkin kau ingin berkeliling neo venezia dan mencari teman baru?”

“eh..mungkin aku akan berlatih dulu! Nanti aku akan mencari teman juga!”
“baiklah,selamat berjuang,sakura hime”

Esok harinya,sakura hime pergi dengan seragam undine nya,dan membawa gondolanya itu.

“waah,ternyata ada bermacam-macam hal ya di neo venezia” sakura hime terkagum

Tiba-tiba,ada seorang nenek berbicara kepadanya.

“selamat siang,nona muda”

“eh? Ah,uh,iya,selamat siaang!” jawab sakura hime dengan gugup.

“ahaha,tidak perlu tegang,nona muda. Nona bernama sakura bukan?”

“i..iya! kenapa anda bisa tahu nama saya?”

“anda adalah murid dari akari bukan? Aku mengetahuinya,karena aku cukup akrab dengan akari”

“oh,i..iya.”

“kalau begitu,selamat berjuang ya,nona sakura”

“iya,terima kasih!”

Sakura hime pun berlalu dan melambaikan tangan kepada nenek itu,dan ia pun meneruskan latihannya.

Tiba-tiba,ia berpapasan dengan satu gondola yang ia kenal,dengan seorang gadis yang mendayung nya. Gadis itu mendayung gondola sambil bernyanyi,suaranya sangat indah,membuat ia menjadi pusat perhatian orang-orang di sekeliling nya.

Gadis itu menatap sakura hime,dan berkata,

“ah,kau adalah gadis yang kemarin bukan?”

“ah,iya,yang kemarin maaf ya,tomoyo daidouji-san!”

“tak apa..ah,kau sudah tahu nama ku? Padahal aku saja belum tahu namamu..”

“aku sakura! Aku berasal dari clow country,dan kesini karena ingin menjadi undine!”

“begitu,ya..salam kenal,sakura-chan”

“i..iya,tomoyo san!”

“pangil saja aku tomoyo-chan” senyum tomoyo.

“ba..baik,tomoyo-chan!”

“nah,sakura-chan..sayang sekali,aku harus pergi…aku duluan ya”

“iya!”

Tomoyo mun mendayung gondola nya pergi,ia pun berlalu meninggalkan sakura. Dan sakura hime meneruskan latihannya,dan akhirnya ia memarkirkan gondolanya di suatu tempat dan berkeliling neo venezia.

Tiba-tiba,seorang gadis memberi sakura hime setangkai bunga.

“silahkan bunga nya,datanglah ke kafe kami bila berkenan..”

“ah,terima kasih”

Gadis itu memakai seragam undine,namun juga membagikan bunga kepada orang-orang.

“ah,kau..undine tingkat double juga ya?” Tanya gadis yang memberi bunga itu.

“ah,iya! Apa kau juga undine tingkat double?”

“iya,kelihatnnya,kau juga baru ya menjadi undine..siapa namamu?”

“aku sakura kinomoto! Dari clow country,baru belajar menjadi undine kemarin”

“wah,kita mempunyai nama yang sama. Aku sakura haruno,salam kenal. Aku baru menjadi undine tingkat double 2 minggu lalu,tapi karena senior yang mengajariku selalu sibuk,aku jarang berlatih dan bekerja part time disana sini”

“waah! Nama kita sama! Salam kenal,sakura-san!”

“iya,sakura” sakura tersenyum

“uhm..kau membagikan bunga ya?

“iya,kalau kau sedang senggang,mau tidak membantuku? Kau pun akan dapat upah koq”

“ah,tentu saja!” sakura hime menerima tawaran itu.

Sakura hime dan sakura membagikan bunga,sampai bunga hampir habis,sakura hime memberikan setangkai bunga mawar putih terakhirnya kepada seorang laki-laki berambut coklat.

“silahkan bunga nya,tuan”

“ah,terima kasih..”

Sang laki-laki dan sakura hime saling menatapi satu sama lain,mereka terdiam dan entah mengapa,mereka seperti ada ketertarikan satu sama lain. Namun tiba-tiba,ada suara yang datang dan langkah kaki yang datang meyerbu,

“SAKURA-CHAAAAAAAAAAN~!” datang seorang laki-laki lagi,ia berambut kuning,dan hendak memeluk sakura-namun sakura mengelak dan ia pun terjatuh.

“berhenti memeluk ku secara tiba-tiba begitu,naruto!” teriak sakura,dan melayanglah satu pukulan di kepala nya.

“maaf kan aku,sakura-chan..tapi kan aku Cuma ingin memelukmu..” ucap laki-laki bernama naruto itu.

:”ah,kau terlambat,naruto. Aku sudah menunggumu dari tadi” bicara sang laki-laki berambut coklat tadi itu.

“aah! Maaf,syaoran! Tadi aku bertemu sasuke dan ingin menantangnya bertarung,hanya saja dia mengelak terus dan akhirnya aku mengejarnya,tapi aku kehilangan jejak”

“ternyata,dia bernama syaoran,ya..” pikir sakura hime.

“sudah kubilang kan naruto,kau tak akan bisa mengalahkan sasuke yang tampan kuat itu!! Dia jauh berbeda darimu!”

“sakura-chan kejam…”

Sakura dan naruto berdebat siapa yang terkuat,dan akhirnya syaoran pun bertanya kepada sakura hime.

“kau juga undine tingkat double ya?”

“i..iya,baru kemarin aku belajar menjadi undine..”

“begitu..siapa namamu?”

“aku..sakura kinomoto”

“baiklah..sakura,boleh aku memanggilmu begitu?”

“te..tentu saja!”

wajah sakura hime sedikit memerah,namun ia menyembunyikan nya.

“panggil saja aku syaoran”

“uhm..baiklah,syaoran-kun” senyum sakura hime.

Wajah syaoran sangat jelas terlihat memerah,sakura dan naruto yang menyadari adanya perasaan suka yang tumbuh antara sakura hime dan syaoran pun mempunyai ide untuk mendekatkan mereka.

“sakura-chan,aku mau menemui sasuke sekali lagi! Akan kubuktikan siapa yang terkuat!!”

“boleh,sesuka mu saja lah,naruto”

“kalau begitu,kami duluan yaa!” seru sakura dan naruto berbarengan.

“EEEEEEEEH???!”

syaoran dan sakura hime yang ditinggal berdua pun kebingungan harus berkata apa,akhirnya syaoran mengajak sakura hime untuk pergi ke kafe dan sebuah toko antik yang tak jauh dari tempat mereka.

“pemilik toko itu adalah yuuko-san,dia orang yang ramah dan ceria. Mungkin sedikit aneh,tapi kurasa kau bisa mudah akrab dengan nya”

“i..iya”

Mereka pun menuju toko itu.

***********bersambung ke part 2***********

two-side-hearts

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on April 12, 2009 by nacchan-hime

hatimu bagai pedang dua sisi

terkadang kamu memiliki sisi yang tajam

namun terkadang kamu juga memiliki sisi yang tumpul

apa yang kamu katakan bisa saja menyayat hati orang

namun dalam hatimu,ternyata kau juga tersakiti oleh kata-kata mereka

dan tanpa disadari,mereka terus menyakitimu tiada henti

dan membuatmu tambah sakit.

namun,kau pikir mnyakiti hati mereka lagi bukanlah suatu penyelesaian

dan akhirnya dirimu memunculkan lagi,

sisi tumpul dari pedang hatimu.

tanpa kau sadari,sekali lagi kau memunculkan sisi tajam mu

dan menyakiti orang yang paling penting bagimu

namun,sisi lainmu berkata,”aku tak boleh melakukannya”

dan akhirnya,yang bisa kau lakukan hanyalah mematahkan sisi tajam mu.

walalu itu membuatmu lemah,kau tak peduli.

confused

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Maret 7, 2009 by nacchan-hime

apa yang kau mau dariku..?

kamu hanya membuat semua yang ada menjadi rumit

kamu cuma membuatku sakit hati.

ketika aku anggap semua selesai,dan aku akan melupakan mu.

kamu muncul lagi dalam kehidupan ku,

seolah-olah kamu ingin mengatakan :

“aku akan membuatmu tambah pusing lagi”

dan kau membuktikan apa yang kau katakan,

kau mengucapkan satu kalimat yang membuat hidupku tambah rumit saja.

dan saat aku kebingungan,kau pergi tanpa jawaban,

dan menghilang tanpa tanggung jawab.

dan lagi-lagi,aku menangis sendirian.

aku tak tahu harus berbuat apa.

aku hanya kebingungan di tengah kegelepan.

dan berharap seseorang akan memberiku jawaban.

wanna disappeared..

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Februari 18, 2009 by nacchan-hime

apa yang membuat aku bahagia?

tidak ada.

semua yang ada hanya membuat aku menangis.

apa ada tempat yang lebih baik untukku?

tidak ada.

semua nya hanyalah tempat yang membuat ku lelah saja.

seseorang.

apa arti dia bagi mu?

bagi ku,dia hanyalah orang yang dengan mudah nya berhianat begitu saja.

hidup.

apa arti kehidupan bagi mu?

kehidupan hanyalah sesuatu yang menyusahkan saja.

bila ada satu permohonan,apa yang akan kau katakan?

dengan kehidupan ku selama ini.

dengan semua yang ku alami selama ini.

hanya satu jawaban ku:

“aku ingin menghilang dari sini”

walaupun tak menjamin bahwa aku akan menemukan tempat yang lebih baik.

yang aku inginkan sekarang benar-benar hanya satu.

tidak bisa kuubah,sampai kapanpun juga.

kasiiihhh komentarrr!!!!!

Posted in Uncategorized on Februari 7, 2009 by nacchan-hime

KALAU aku cosplay,cocok nya jadi sapa??

mnurut kalian!

i am not alone..

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Februari 7, 2009 by nacchan-hime

waktu.

masa lalu,masa kini,masa depan.

waktu di ibaratkan sebagai air.

air yang terdiam,adalah masa lalu.

air yang mengalir,adalah masa kini.

dan tempat yang akan diisi oleh air itu adalah masa depan.

aku sendirian menghadapi waktu.

aku berpikir,dengan apa aku mengisi kekosongan di waktu ini?

masa lalu,masa kini,masa depan.

hanya mimpi yang aku percaya.

karena,jika aku melihat pada kenyataan

hanya menambah kepedihan ku saja.

kupikir,di dunia ini cuma ada “waktu” dan “jiwa” ku saja

ternyata,ada “jiwa” lainnya yang menggandeng tangan ini.

duniaku yang gelap ini pun

berganti dengan dunia dimana aku

bisa melihat langit terbentang luas.

aku tidak sendirian.

mereka selalu ada bersamaku.

dan mereka akan selalu

menggengam tangan ku

selamanya.

wanna change my fate..

Posted in Uncategorized dengan kaitan (tags) on Februari 6, 2009 by nacchan-hime

kadang aku berpkir..

kalau saja waktu ada di tanganku…

aku inigin merubah takdirku…

menjadi lebih baik dari ini.

misal,aku ingin bertemu lagi dengan orang-orang yang sudah tidak mungkin kembali lagi ke dunia ini

walaupun mustahil,karena sesuatu yang sudah pergi tidak akan mungkin kembali lagi,dengan kekuatan atau sihir apapun.

tapi,andai saja..

satu hari saja..

aku ingin waktu terhenti

agar aku dapat merasakan

sedikit dari arti kehidupan ku ini.

mungkin ini memang mustahil,kau pun boleh mengatakan aku adalah pemimpi

tapi,mungkin di suatu tempat,ada seseorang yang berpikiran sama denganku,bukan?

aku pun mulai menangis

tapi walaupun aku menginginkannya

aku pun suatu hari akan lenyap dari dunia ini..

aku pun mulai menangis.