“a way to be undine” part 3
Suasana sore itu benar-benar sunyi. Semua yang ada terdengar jelas oleh kedua insan ini. Suara burung camar yang berterbangan,Suara air yang mengalir karena dayungan para undine,dan.. suara detak jantung mereka yang bersahutan.
Syaoran tidak bisa apa-sapa,dia hanya melihat sakura hime yang ada di hadapannya,sangat dekat sekali,dan sakura hime menutup matanya karena wajahnya mulai me merah.
Akhirnya,syaoran pun langsung berdiri,beranjak dari sofa nya yang berwarna biru itu,sambil berteriak,
“ma..maaf!!! aku…aku..aku tidak sengaja! Ka..ka..kamu tidak apa-apa kan??” teriak syaoran dengan wajah merah,dan sikap tak karuan.
“ti..tidak,salahku yang terjatuh lagi..tadi..su..sungguh..ma..af..” jawab sakura hime dengan gugup nya,ia tidak berani menatap wajah syaoran.
Mereka betul-betul berdebar-debar. Tidak ada satupun dari mereka yang berani menatap satu sama lain. Mata sakura hime yang berwarna hijau,mata syaoran yang berwarna coklat. Keduanya tidak dapat bertemu.
“a…aku pulang ya! Sudah sore..pa..pasti akari-senpai cemas!! Sampai besok!!”
teriak sakura hime sambil berlari dan hendak membuka pintu. Namun,syaoran memegang tangan nya,dan ia pun terhenti.
“tunggu! Kakimu masih belum sembuh! Kau pasti belum kuat berdiri untuk mendayung gondola kan?”
ucap syaoran. Dan ketika ia sadar bahwa ia memegang tangan sakura hime,ia langsung melepaskan nya & wajah nya merona.
“a..aku tidak apa-apa! Sudah ya! Sampai besok!”
Sakura hime pun pergi.
Sakura hime pun mendayung gondola nya dengan cepat *high speed* sambil tidak berkonsentrasi. Pikirannya jauh terbang entah kemana. Ia hanya bisa mengingat kejadian tadi,sambil berusaha untuk melupakannya,namun tidak bisa. Akhirnya,sakura sampai di aria company.
“a..aku pulang..” ucap sakura hime dengan nada kelelahan.
“selamat datang.. eh? Kenapa? Wajamu suram,sakura-hime..ada apa?” jawab akari.
“i..itu..a..tidak ada apa-apa ko! Aku hanya kelelahan saja! Ahahahaha!” sakura hime menjawab nya,sambil menutupi kejadian yang baru saja terjadi.
“betul tidak apa-apa?” tanya lagi akari.
“i..iya! tidak apa-apa ko! Aku tidur dulu ya akari senpai! Selamat tidur!” sakura hime berlari ke kamarnya dan menjatuhkan diri ke kasurnya.
Dia tidur tanpa mengganti pakaian undine nya. Dia pikir “tak apalah,besok kan hari minggu,jadi libur latihan dan seragam ini tidak kupakai.”
Sakura hime tidak bisa tidur. Ia terus teringat flashback dari kejadian yang dialaminya dan syaoran-kun tadi. Ia terus kepikiran walaupun berusaha melupakannya. Akhirnya,sampai pagi,ia tidak tidur sama sekali.
Besok nya,hari minggu. Akari yang sudah menjadi prima masih sibuk melayani client yang minta tour & guide di venezia. Sementara sakura hime yang masih tingkat single dibolehkan libur. Sakura hime pun sendirian di aria company. Tapi,akari memperbolehkan sakura hime berjalan-jalan.
Sakura hime pun memutuskan pergi mencari udara segar. Dia berjalan-jalan tanpa tujuan.
Sakura hime berjalan sambil menundukkan kepalanya. Ia seperti orang yang mempunyai banyak pikiran. Rambutnya yang berwarna coklat pun tertiup angin dan menusuk matanya. Kakinya yang masih belum sembuh pun akhirnya tidak seimbang dan sakura hime hampir terjatuh. Tapi,seorang pria menahannya.
“hei,kau tidak apa-apa?! Jangan menunduk saat berjalan,itu bahaya!” ucap pria itu. Pria itu bertubuh pendek,namun kuat. Matanya berwarna hijau mint,dan rambutnya seputih es.
“maaf..dan terima kasih..” jawab sakura hime. Ia betul-betul seperti orang yang stress. Tapi,ia tetap berusaha untuk tersenyum.
Pria itu terlihat sedikit terpesona (?) melihat senyum sakura hime. Wajahnya merona,tapi sangat terlihat jelas ia menyembunyikan nya dengan sikap cool nya.
“siapa namamu? Kau baru ya disini? Aku jarang melihatmu.” Ucap pria itu.
“iya..namaku kinomoto sakura hime (lengkap amat).. baru belajar menjadi undine selama 3 hari..” jawab sakura hime.
“oh,jadi kau undine ya. Kenalkan,aku hitsugaya toushirou. Salah satu dari seven knight venezia. Salam kenal.” Pria itu memperkenalkan dirinya.
“seven knight? Apa itu?” tanya sakura hime
“kau tidak tahu? Ohya.. kau kan orang baru ya. Baik lah,biar kujelaskan.
Seven knight adalah 7 pasukan ber kekuatan khusus dan sihir untuk menjaga keamanan venezia. Kami bisa dibilang juga 7 segel di venezia ini,karena kami memasang kekkai di setiap bagian venezia. Seven knight dulunya didirikan untuk mencegah venezia hancur karena perang. Walaupun sekarang venezia sudah aman,tetapi kadang salah satu dari seven knight dikirim untuk membantu kota lain dalam perangnya. Mengerti?” jelas pria itu.
Sakura hime terlihat jelas sangat pusing mendengarkan penjelasan pria itu. Matanya menjadi berbentuk spiral berputar,tapi ia tetap menjawab.
“iya,aku mengerti… maaf,kalau aku boleh tahu,siapa saja anggota seven knight venezia?” tanya sakura hime
“aku,ichigo kurosaki,naruto uzumaki,uchiha sasuke,kurogane,renji abaray dan li syaoran” jawab hitsugaya.
Wajah sakura hime menjadi beubah memerah mendengar nama “li syaoran”. Ia selalu teringat kejadian yang sangat sangat membuatnya berdebar-debar itu. Hitsugaya yang sepertinya cukup peka akan reaksi sakura hime pun,bertanya,
“kau suka syaoran ya? Yah,wajar saja sih. Dia tampan dan cukup populer”
Wajah sakura hime pun berubah menjadi mereah,semerah tomat. Dan ia menjawab,
“TI..TIDAAAK! a..aku dan dia hanya teman ko! Aku bertemu dai beberapa hari saja! Tapi,tapi,aku merasa aneh saja! Kenapa aku punya perasaan aneh kepadanya??? Kenapa..hal itu harus terjadi?? AAAAAGH!!!” sakura hime menjawab dengan kalap.
“hum? Perasaan aneh? kejadian itu? Apa maksudmu?” tanya hitsugaya.
“e…ehh…tidak ada apa-apa ko! Lupakan saja! Su..sudah ya,terima kasih atas bantuan mu! Sampai jum..” ucapan sakura hime terpotong *lagi?* karena saat ia berbalik,ada syaoran di depannya.
“ah..sakura..kemarin…” syaoran seperti ingin mengucapkan sesuatu,tetapi terpotong dengan ucapan sakura hime,
“maaf! Aku buru-buru! Sampai nantiii!!” sakura hime menjawab sambil berlari dengan kencang. Dia seperti menghindari mata syaoran. Syaoran pun hanya bisa melihat sakura hime yang menjauh pergi dengan tatapan sedih.
“hey,syaoran!” ucap hitsugaya sambil menepuk bahu syaoran.
“ah..iya?” jawab syaoran
“kau kenal gadis itu? Apa yang terjadi antara kau dengan dia?” tanya hitsugaya.
“tidak..tidak ada apa-apa..” jawab syaoran.
****************tampilan berganti ke sakura hime*******************
“tidaaaak! Kenapa aku harus bertemu dia tadi?? Kenapa? Kenapaaaa???” pikir sakura hime. Dia berlari tak karuan. Dan ia pun duduk karena kelelahan dan sepertinya,kaki nya terasa sakit. Ya,kaki nya kan memang belum sembuh.
“aaaah,kaki ku berdarah dan memar ternyata..sakit..” sakura hime berusaha menahan rasa sakitnya,namun darah di kakinya terus mengalir. Rasa sakitnya tidak tertahankan,dan akhirnya ia menangis.
“aku..tidak tahu..kenapa aku menangis ya…? Padahal dulu.. terjatuh dari pohon pun aku tidak pernah menangis.. apa aku menangis karena luka ku..atau.. karena..perasaan ini..?” sakura hime berkata seperti itu,dan air matanya berjatuhan.
Hujan pun turun. Aneh,padahal,tadi cuaca sangat cerah saat pagi. Namun,tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan pun berjatuhan. Seorang wanita turun dari mobilnya dan mendekati sakura hime sambil memberikan payung nya kepada sakura hime. Ternyata,itu adalah tomoyo.
“sakura-chan,kenapa kau disini? Nanti kamu masuk angin,pakailah payung ini ya!” ucap tomoyo. Namun,sakura hime tidak menjawabnya.
“ya ampun! Kau terluka??? Kenapa kau menangis? Lebih baik,kita ke rumah ku saja dulu! Aku akan mengobati mu dan kita keringkan dulu tubuhmu!!” tomoyo hime membawa sakura hime ke mobil nya,dan mobilnya pun melaju ke daidouji company.
Sakura hime pun memasuki daidouji company yang mewah itu. Di dalam daiouji company itu,ternyata benar-benar mewah. Semuanya terbuat dari berlian,emas dan perak. Semua berkilau. Dan lantai nya pun terbuat dari marmer yang dialasi karpet merah. Sakura hime pun memasuki kamar tomoyo yang sangat mewah dan manis. Tomoyo menyuruh pelayan nya untuk mengobati luka sakura. Setelah selesai,mereka pun bercakap-cakap.
“terima kasih,tomoyo-chan” ucap sakura hime.
“tidak apa-apa,aku kan teman mu,jadi lebih baik saling membantu bukan?” jawab tomoyo sambil tersenyum.
“iya..”
“…sakura hime,kalau kau tidak keberatan,aku mau ko mendengarkan ceritamu. Kau tadi menangis bukan karena luka mu kan? Tapi,ada masalah lain kan?” ucap tomoyo hime
“eh..kenapa kau tahu,tomoyo-chan..?” tanya sakura hime.
“karena aku bisa memahami sakura-chan yang temanku!” tomoyo pun menjawabnya sambil tersenyum.
Sakura hime pun menangis. Ia menceritakan semua kejadian kemarin dari awal sampai akhir kepada tomoyo. Tomoyo kelihatan sedikit terkejut,tapi dia juga tersenyum dan memahami bahwa sakura hime sedang jatuh cinta.
“jadi,sekarang,apa yang kau rasakan kepada syaoran,sakura-chan?” tanya sakura hime dengan ramah.
“a..aku..tidak tahu… aku… tidak bisa menatap mata nya..entah kenapa…aku jadi merasa… selalu menghindarinya..” jawab sakura hime
“baiklah,mungkin sakura-chan masih baru pertama kali merasakan ini,jadi tidak tahu apa yang kau rasakan sekarang. Tapi,cobalah pahami perasaan mu dengan sungguh-sungguh. Kau pun akan menemukan jawabannya”
“pahami…perasaanku? Kepada syaoran-kun?”
“iya..pahamilah. apa ini perasaan benci?”
“bukan…”
“tapi,kenapa kau selalu menhindari syaoran-kun?”
“aku..selalu berdebar.. saat melihat dirinya..”
“tapi,ada perasaan aneh antara kalian bukan?”
“iya..aku..seperti merasa.. ingin selalu dekat dengan nya,walaupunterkadang debaran jantungku tak dapat di hentikan..”
“itulah..yang namnya “perasaan suka & cinta”,sakura-chan”
“mungkin..memang iya…”
“ahaha. Sudahlah,lebih baik,kita istirahat saja dulu. Aku sudah minta izin ke akari-san,kau boleh menginap disini,sakura-chan.” Ucap tomoyo yang mengakhiri pembicaraan mereka yang cukup serius tadi.
“benarkah?? Waay! Aku ingin sekali mencoba menginap di rumah teman sejak dulu! Terima kasih,tomoyo-chan!” jawab sakura hime. Sepertinya,dia terhibur oleh kata-kata tomoyo.
“nah,ayo kita makan malam dulu,lalu kita bermain lalu istirahat” ucap tomoyo.
“iyaa!” jawab sakura hime.
Mereka pun makan malam di ruangan makan rumah pengusaha daidouji itu. Ruang makan yang sangat mewah,dengan lampu kristal di atasnya,dan meja panjang yang elegan,serta kursi yang empuk dan nyaman untuk mereka. Makanan nya pun sebanding dengan kemewahan semua itu. Semuanya makanan mewah yang dibuat oleh cheff dan pattisier kelas atas. Sakura hime dan tomoyo betul-betul senang hari itu.
Selesai makan,mereka pun mandi di kamar mandi yang sama mewahnya. Dengan bath tub yang berkilau dan sabun yang harum. Lalu,mereka pergi ke kamar dan bermain perang bantal seperti anak kecil,dan saat mereka mulai kelelahan,mereka pun tertidur.
Pagi harinya.
“selamat pagi,tomoyo-chan!” sambut sakura hime. Dia terlihat lebih segar hari ini.
“selamat pagi,sakura-chan!” jawab tomoyo dengan nada yang ceria juga.
“pelayan bilang,sarapan sudah siap! Aku menunggu tomoyo-chan dari tadi”
“kalau begitu,ayo kita makan,sakura-chan. Setelah itu,kita pergi ke aria company itu mengambil seragam undine mu dan kita akan latihan. Aku akan mengajari sakura-chan beberapa tehnik awal,sebagai trik agar kau bisa menjadi undine tingkat single dalam waktu singkat.”
“benarkaah?? Waaah,terima kasih,tomoyo-chaaan!!” jawab sakura hime sambil memeluk tomoyo.
Mereka pun memakan sarapan mereka,lalu pergi ke aria company. setelah sakura hime mengambil seragam undine nya,dan mereka pergi latihan.
Cuaca pagi itu sangat cerah. Sepertinya,cerahnya pagi ini adalah pembayaran dari cuaca mendung dan hujan kemarin. Senyuman orang-orang yang berjalan dan para undine yang latihan pagi pun terlihat sangat segar. Membuat sakura hime dan tomoyo semangat.
Tomoyo mengajari sakura hime berbagai macam hal. Cara menjaga keseimabnagn saat mendayung gondola,melewati belokan dan jalan sempit,dan lain-lain.
Sakura hime pun mengajak tomoyo pergi ke kafe yang kemarin ia,sakura dan tomoyo kunjungi. Yaitu kafe cat’s eyes. Mereka pun datang ke kafe itu.
“selamat siang” ucap sakura hime dan tomoyo.
“selamat datnag! Untuk berapa orang?”
Sakura hime dan tomoyo agak kebingungan. Suara yang menyambut mereka itu berbeda dengan suara fye-san. Mereka pun sedikit terkejut,ternyata yang menyambut mereka sebagai pelayan kafe adalah… syaoran.
Itu otomatis membuat sakura hime terkejut dan lagi-lagi mengalihkan pandangan nya dari syaoran-kun. Syaoran-kun terlihat sedikit sedih,dan tomoyo lah akhirnya yang berusaha memperbaiki keadaan.
“ah,syaoran-kun,sejak kapan kau bekerja disini?” ucap tomoyo.
“tidak..aku dimintai tolong fye-san untuk menjaga toko. Katanya dia dan kurogane-san pergi sampai malam untuk suatu keperluan,jadi aku yang akan menjaga toko” jawab syaoran.
“oh,begitu. Kalau begitu,tolong kursi untuk dua orang ya,syaoran-kun” ucap tomoyo.
“baik,silahkan” jawab syaoran-kun. Dia pun membawa sakura hime dan tomoyo ke kursi yang ada di pinggir dekat jendela. Mereka memesan dua buah ice cream parfait dan cheese cake.
“silahkan pesanan nya” ucap syaoran
“terima kasih” jawab sakura hime dan tomoyo. Sakura hime menjawab dengan suara yang kecil dan menundukkan kepalanya. Syaoran pun kembali ke pekerjaan nya,dengan mata yang agak sedih,tentunya.
“hei..sakura-chan,cobalah untuk bersikap wajar di depan syaoran-kun..kalau seperti itu terus,dia akan mengira kamu membencinya..” ucap tomoyo
“tapi..tapi..” jawab sakura hime.
“hum..”
Tomoyo berpikir bagaimana cara untuk membuat mereka bisa saling jujur dan tidak seperti ini terus. Akhirnya,ia pun mendapatkan ide.
“syaoran-kun,apa kau bekerja semdiri saja?” tanya tomoyo yang menghampiri syaoran.
“iya,aku yang memasak dan melayani tamu,karena watanuki pun tidak bisa membantu karena toko nya sibuk” jawab syaoran.
“hum…” tomoyo pun berpikir. Sepertinya,ia mendapatka ide.
“sakura-chan,karena latihan kita sudah cukup hari ini,bagaimana kalau kita membantu syaoran-kun? Kita sedang senggang kan?”
Syaoran dan sakura hime yang mendengarnya langsung berteriak berbarengan (lagi),
“EEEEEHHHH?????!!”
Wajah mereka memerah? Tentu saja. Tapi tomoyo mencoba untuk meminta sakura hime agar mau membantu syaoran-kun. Akhirnya,sakura hime mau membantu syaoran-kun. Dia pun mengganti seragam undine nya dengan seragam maid,begitu juga tomoyo.
Mereka membantu syaoran di kafe itu. Pengunjung yang ternyata semakin siang semakin ramai pun membuat mereka sibuk. Lalu,datngalh 3 pengunjung yang mereka kenal. Yaitu sakura,naruto dan sasuke.
“selamat datang! Untuk berapa orang,sakura-chan?” sapa sakura hime
“ah,sakura hime! Kau bantu-bantu di toko ini?” jawab sakura.
“iya,bersama tomoyo-chan” jawab sakura hime.
“ooh,begitu..wah,ada syaoran-kun juga ya. Kalau begitu,tolong untuk 3 orang ya”
“baik” jawab sakura hime.
Sakura hime pun membawa sakura-chan ke meja untuk 3 orang. Naruto seperti biasa,selalu dekat-dekat dengan sakura *dan sepertinya sakura tidak menyukainya* sementara sakura hanya memandang sasuke yang dari tadi diam dan seperti biasanya,cool.
“silahkan pesanannya,haru-chan.” ucap tomoyo yang mengantarkan pesanan sakura,naruto dan sasuke.
“terima kasih,tomoyo. Hei,ini pasti rencanamu kan? Mendekatkan sakura hime dengan syaoran-kun”jawab sakura.
“hehe,kau tahu ya? ya,aku membantu mereka untuk saling jujur. Sepertinya,mereka sulit untuk bisa saling jujur.” Ucap tomoyo.
“hum..kalau begitu,bagaimana kalau kami juga membantu? Iya,naruto,sasuke-kun?” tanya sakura.
“aku sih mau membantu! Kupikir syaoran itu lelaki yang baik,kasihan sekali kalau dia belum punya pacar. Dia selalu membantuku,sekarang aku akan membantu nya!” jawab naruto sambil memakan ramen bread nya.
“terserah. Kalau itu bisa membantu syaoran,aku mau membantu. Karena dia lah satu-satunya temanku yang normal” jawab sasuke dengan cool juga.
“nah,kalau begitu,ayo pikirkan strategi! Bagaimana kalau..” ucapan syaoran tidak bisa diteruskan,karena tomoyo harus pergi melayani pelanggan lain yang datang.
“selamat datang!” ucap tomoyo.
“selamat siang” ucap para tamu itu.
Ternyata,para tamu itu adalah rukia,ichigo—lelaki yang dikejar rukia waktu itu sehingga sakura hime terjatuh,hitsugaya,dan satu orang teman mereka yang berambut merah rancung,lelaki yang memakai kacamata dan berambut hitam,serta wanita bermabut orange panjang.
“ah,daidouji-san! Anda bekerja disini?” tanya rukia kebingungan. Begitu juga teman-teman mereka yang keheranan karena putri tunggal daidouji ada di kafe seperti ini dan memakai pakaian maid.
“iya,aku membantu sakura-chan dan syaoran-kun bekerja disini.” Jawab tomoyo sambil tersenyum.
“oh,ada syaoran juga ternyata. Dimana dia?” tanya lelaki bernama ichigo itu.
“oooooi,syaoraaan!!” teriak lelaki berambut merah rancung itu.
“ssst! Renji,ini kafe,jangan teriak-teriak!!” bentak rukia. Ternyata,ini yang bernama renji abaray,salah satu pasukan seven knights.
“hm? Sepertinya ada yang memanggilku?” tanya syaoran sambil keluar dari dapur.
“hey,syaoran!” sapa hitsugaya.
Syaoran,dan para anggota seven knights pun berbincang-bincang. Sepertinya,karena mereka sudah lama bersama-sama di pasuka seven knights,mereka menjadi dekat. Rukia mendekati sakura hime yang sedang berbincang dengan sakura dan tomoyo.
“maaf..kau sakura hime kan?” tanya rukia
“iya” jawab sakura hime.
“kemarin,maaf ya… aku tidak sengaja menabrakmu sehingga kau terluka. Hari ini aku membawa temanku,namanya orihime inoue. Dia ahli obat-obatan dan dia membawa obat untuk menyembuhkan kakimu” ucap rukia
“ehh..tidak apa-apa ko! Aku baik-baik saja! Aku juga yang salah karena berdiri sampai menghalangi jalan..” jawab sakura hime
“tenang sajaa! Aku akan menyembuhkanmu,sakura hime! Aku sudah racik obat kemarin,tapi aku tidak tahu detail nya tentang luka mu,boleh kulihat?” ucap perempuan bernama orihime itu.
“eh..tidak apa-apa ko,inoue-san..” ucap sakura hime
“panggil saja aku orihime,ya! Mana,kulihat lukamu..” jawab orihime.
Sakura hime menunjukkan lukanya kepada orihime. Lukanya sudah tidak begitu parah karena kemarin syaoran-kun mengobatinya. Setelah itu,orihime pun memberikan sakura hime sebuah obat. Sakura hime pun berterima kasih kepada orihime.
“wah,syukurlah ya kalau ada obatnya. Kuharap kau cepat sembuh,sakura” ucap syaoran sambil berjalan ke dekat sakura hime & memegang obat yabg ada di tangan sakura hime. Sakura hime yang teringat kejadian kemarin pun langsung saja menepak tangan syaoran-kun sampai obatnya pun terjatuh. Semua yang ada disitu pun kebingungan.
“ma..maafkan aku! Aku..ti..tidak sengaja!” ucap sakura hime
“tidak apa-apa..” jawab syaoran dengan mata yang agak sedih.
Sakura hime mengambil obat nya yang terjatuh sambil menunjukkan wajah yang memerah. Tomoyo dan sakura hanya bisa menghela nafas melihat sikap sakura hime yang tak mau jujur,dan yang lainnya pun segera cepat menyadari kalau mereka saling menyukain dan tak bisa jujur. Tomoyo dan sakura yang mempunyai strategi pun,bekerja sama dengan semuanya untuk bisa mendekatkan syaoran dan sakura.
Dimulai dari tahap pertama. Strategi mereka adalah: membiarkan syaoran dan sakura berdua saja untuk bisa saling bicara jujur.
“eh..suaoran,maaf,bisa tidak kau dan sakura hime membawa bahan-bahan ini ke ruang penyimpanan? Aku harus melayani beberapa tamu disini,jadi tolong ya. Sakura hime juga,tolong ya.” Ucap tomoyo.
Reaksi syaoran dan sakura hime? Tentu kalian bisa menebaknya. Tapi tak apalah,akan kuberitahu lagi seperti apa reaksi mereka.
“. . . . .APAAAA????!! KAMI???!!!” teriak syaoran dan sakura hime.
“iya. Memang siapa lagi? Kita tidak mungkin kan kita menyuruh tamu yang melakukan nya” ucap tomoyo sambile tersenyum.
Syaoran dan sakura hime akhirnya terpaksa menerima nya. Mereka pun pergi ke gudang penyimpanan. Di belakang mereka,tomoyo,sakura dan rukia ternyata mengikuti sambil memasang “devil face and evil smile (?)”.
Syaoran dan sakura hime tidak banyak berbicara,mereka hanya bicara “ya” atau “tidak”. Kadanga hanya saling bilang “hm”. Sungguh payah sekali,itulah pikir tomoyo,sakura dan rukia.
Ketika mereka selesai membereskan barang,ternyata tomoyo mengunci mereka dari luar!.
“eh…kenapa pintunya susah dibuka ya?” tanya syaoran keheranan. Dia mencoba membuka-buka pintunya,tapi tidak bisa. Di dobrak pun agak susah. (lalu diketahui lah,pintu itu ditahan oleh banyak kayu. Kerjaan naruto dkk.)
“bagaimana ini..aku berduaan terkunci di ruangan ini hanya bersama syaoran-kun.. auhh…” bicara sakura hime dalam hati.
“uhm..sakura” ucap syaoran
“ii..iya!?” jawab sakura hime
“sepertinya kunci nya sedikit macet. Aku sudah meminta bantuan ke fye-san lewat SMS *edan,keren euy* dan katanya kita disuruh menunggu sebentar lagi” ucap syaoran.
“i..iya,baiklah!” jawab sakura hime.
Mereka hanya diam-diaman di ruangan itu. Bahkan,mereka duduk berjauhan. Tomoyo yang mengintip dari celah kecil pun malah berpikir “sama saja dengan bohong. Mereka tidak mau mengaku.”
“….sakura.” ucap syaoran.
Tomoyo pun berteriak dalam hati “YEEES! Akhirnya,syaoran yang mau jujur duluan! Sepertinya dia ingin bicara serius!”.
“i..iya,ada apa???” jawab sakura hime dengan gugup.
“aku hanya ingin minta maaf. Mungkin..gara-gara kejadian kemarin,kau jadi menghindari ku.” Ucap syaoran. Wajah nya sangat serius sehingga sakura hime semakin tidak bisa menatap matanya.
“i..itu bukan salahmu ko..itu…” jawab sakura hime.
**keadaan di luar**
“tomoyo…kejadia kemarin maksudnya apa?” tanya rukia
“eh..akan kuceritakan,tapi kalian jangan bilang tau hal ini dari aku ya..” jawab tomoyo.
Tomoyo menjelaskan kejadian dari awal sampai akhir.
“A..APAAAA!!???? CII..CII…U…..MA…!” mereka berteriak berbarengan,tapi tomoyo memotongnya dengan satu kata: “sssst…!”
“sudahlah! Kita lihat saja dulu keadaan mereka di dalam!” ucap tomoyo.
Mereka pun terdiam.
**keadaan di dalam**
Syaoran menatap sakura hime dengan serius. Pandangan matanya yang seperti itu rasanya tak pernah ada dalam diri syaoran. Sakura hime hanya bisa mengalihkan pandangan nya. Syaoran pun meneruskan ucapan nya.
“sakura. Aku.. hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu.” Ucap syaoran.
“a..apa..??” jawab sakura hime
“aku..”
Sebenarnya,apa yang syaoran ingin katakan??? Tunggu update aja nyooo~~~~~
Juni 2, 2009 pada 6:06 pm
kapaaan part 4 nyaaaA???
g sbr…..
Juni 4, 2009 pada 3:39 pm
udah ada loh di fanfiction.net nya.. ush ampe part 5 malah