“a way to be undine” part 2

Sore itu,syaoran dan sakura hime datang ke toko yang dimiliki oleh perempuan bernama yuuko itu.

“selamat siang” ucap syaoran.

“selamat siang,syaoran. Dan siapa gadis berseragam undine ini?”

“aku sakura kinomoto,salam kenal.”

“oh,aku yuuko Ichihara,pemilik toko dan kafe ini,salam kenal. Mau minum teh bersamaku,sakura hime?”

“eh..boleh.. tapi,kenapa kau memanggilku dengan panggilan “hime”? kau tahu aku seorang putri?”

“aku tahu,karena aku teman lama dari clow reed,ayah mu”

“ah,jadi yuuko-san teman ayah ku,ya!”

“iya,apakah ayahmu baik-baik saja?”

“ayah baik-baik saja,yuuko-san”

“syukurlah..,nah,ayo kita minum teh bersama,sakura hime. Watanukiiii!!”

Yuuko-san memanggil seorang laki-laki berkacamata dan ia memakai celemek di bajunya. Di bawanya nampan yang tersimpan 2 cangkir teh dan kue di atasnya.

“yuuko-san!! Tidak usah berteriak seperti itu! Aku sudah bisa mendengar suara mu dari dapur! Karena kau berteriak,tamu-tamu jadi pada terkejut!”

“maaf,maaf…kau lambat sih.” Yuuko-san menertawakan laki-laki itu.

“ah,ada tamu baru ya. Apa gadis undine ini kenalan mu,syaoran?”

“iya,dia teman ku,namanya sakura hime”

“aku watanuki kimihiro,salam kenal,sakura hime” watanuki tersenyum.

“aku sakura hime,salam kenal”

“watanuki~~ sudahlah,cepat simpan teh nya dan layani tamu yang lain~~ bawakan juga aku sake!! Sakeeeeeeeeeeeeeee~!”

“iya,iya! Jangan seperti anak kecil,yuuko-san!”

Watanuki pun pergi ke dapur untuk membawakan sake. Sakura hime dan yuuko-san minum teh sambil bercakap-cakap,dan syaoran sepertinya senang melihat-lihat buku-buku lama dan bersejarah di toko itu. Percakapan sakura hime dan yuuko-san berlangsung lama,lalu seorang gadis berseragam sekolah dan seorang laki-laki yang memakai seragam yang sama juga datang.

“selamat siang,yuuko-san!” seru gadis itu.

“oh,selamat siang himawari-chan & doumeki-kun”

“hai,syaoran!” sapa gadis bernama himawari itu.

“hai,kunogi-san & doumeki-san”

“hai” jawab lelaki bernama doumeki itu dengan singkat.

“euhm~ siapa gadis undine ini? Apa kau kekasih syaoran?” ucap himawari yang sedikit bercanda dan tertawa kecil.

Wajah sakura hime dan syaoran menjadi merah,dan dengan serentak mereka menjawab,

“BUKAAN! KAMI HANYA TEMAN KOQ!!!”

“wah,kalian kompak ya,lucu sekali” tertawa himawari.

“mereka memang cocok” ucap yuuko-san.

“aku kunogi himawari,salam kenal! Siapa namamu?”

“aku..sakura kinomoto..salam kenal..”wajah sakura hime masih merah karena ucapan himawari tadi.

“ini doumeki-kun,kenalkan!”

“doumeki shizuka.”

“sa..sakura kinomoto..”

“himawari-chan,doumeki-kun,sakura hime adalah putri di negrinya,kalau kalian mau,harap panggil dia dengan sebutan hime ya~”ucap yuuko-san.

“baiklah,sakura hime,panggil saja aku himawari-chan,ya”

“i..iya” jawab sakura hime.

“kau kesini untuk bertemu watanuki,ya?” ucap syaoran.

“iya! Doumeki bilang dia ingin makanan buatan watanuki,aku juga mau mengembalikan buku yang aku pinjam dari nya”

“watanuki!!!! Ada himawari-chan dan doumeki-kun,niiiih!” teriak lagi yuuko-san.

Sakura hime berpikir,pasti watanuki akan datang sambil marah-marah lagi,karena yuuko-san berteriak memanggil namanya dengan keras. Namun pikiran itu salah. Watanuki datang berlari,dengan suara langkah kaki yang semangat menggebu-geu,persis suara langkah kaki naruto saat akan memeluk sakura tadi.

“himawari-chaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan~!!” watanuki datang,dengan wajah tersenyum lebaar,ceria,dan berseri-seri.

“selamat siang,watanuki-kun” jawab himawari dengan senyum.

“oi” sapa doumeki dengan singkat.

“HAAH??! Kenapa ada si bodoh doumeki ini juga??! Tapi biarlah,aku beruntung bisa melihat wajah himawari-chan di sore hari~”

“…aho.” Ucap doumeki.

“SIAPA YANG AHO,HAH????!!” jawab watanuki penuh amarah.

Terjadilah perbincangan kecil antara mereka bertiga. Akhirnya sakura hime mendapatkan kesimpulan bahwa watanuki menyukai himawari tetapi sangat membenci doumeki. Namun mereka bertiga akrab seperti seorang sahabat.

“anu..aku,harus pulang sekarang,selain sudah sore,aku takut akari-senpai khawatir aku belum pulang” ucap sakura hime.

“oh,jadi kau murid akari ya,yang dari aria company itu?” jawab yuuko-san.

“iya”

“baiklah..aku akan memberinya sedikit oleh-oleh.. karena aku juga jarang bertemu dengan nya semenjak ia menjadi prima undine. Dia undine yang sangat sibuk. Maru,moro,kemari sebentar”

Dua orang gadis manis berpakaian maid pink dan biru muda datang. Mereka mirip seperti saudara kembar. Dan sepertinya mereka selalu berbicara bersamaan.

“iyaaaaa,yuuko-san??” jawab mereka bersamaan.

“tolong ambilkan benda yang ada di rak kedua di atas,benda yang sudah aku siapkan untuk akari”

“benda di rak kedua!”

“untuk akari~”

“laksanakaaaan~”

Gadis bernama maru dan moro itu pergi mengambil benda yang yuuko-san siapkan untuk akari-senpai. Mereka akhirnya kembali dengan memberikan satu buah kantung berwarna ungu dan berisikan kotak yang entah apa isi di dalam nya. Sakura hime pun berpamitan dan pulang ke aria company.

——————————————————————————————–

“aku pulang”

“selamat datang,sakura hime” sambut akari-senpai.

“iya,ah,akari-senpai,ini,ada titipan barang dai yuuko-san untuk mu”

“eh? Sakura hime kenal dengan yuuko-san?”

“iya,aku dikenalkan oleh syaoran”

“wah,nampaknya hari ini,kau bertemu banyak orang dan mendapatkan teman baru,ya”

“iya,aku bertemu tomoyo-chan,sakura-chan,syaoran-kun,naruto-san,yuuko-san,watanuki-san,himawari-chan,dan doumeki-san.”

“aku senang kau bisa ber adaptasi dengan mudah,sakura hime.”

“terima kasih! Aku juga sudah berlatih hari ini”

“ouh,bagaimana latihan mu?”

“aku sudh lumayan lancar mendayung gondola! Aku akan berlatih terus setiap hari!”

“berjuanglah,sakura hime” senyum akari-senpai.

“iya,aku akan berjuang!”

Akari-senpai menyiapkan makan malam,dan sakura hime pun membantunya. Mereka bercakap-cakap,dan tiba-tiba ada suara orang mengetuk pintu.

“aku pulaaaang,pyon!” suara imut itu datang,dan juga langkah kaki kecil yang berjalan.

“selamat datang,mokona sachou!”

“aku pulang dari tamasya ku,akari~”

Sakura hime awalnya tidak mengerti apa yang berbicara itu. Dia seperti kelinci putih,namun bulat dan bisa berbicara. Lalu,benda bulat itu menjelaskannya kepada sakura hime.

“aku maskot aria company! Setiap gondola company mempunyai maskot berupa hewan sihir yang menjadi legenda di neo-venezia. Kau mengetahui nya,kan?”

Akhirnya,sakura hime pun mengerti.

“aku mokona modoki!  Maskot aria company! Salam kenal,sakura hime! Tee-hee~!”

“aku sakura hime..salam kenal”

“ufufufu,besok,mokona akan mencoba berlatih bersamamu,sakura hime! Bagaimana dengan akari?”

“maaf,mokona sachou,aku sudah ada janji dengan aika dan alice,jadi tidak bisa ikut.. maaf juga ya sakura hime”

“tidak apa-apa,aku akan mencari teman lagi! Dan berlatih bersama mokona sachou”

“tenang saja! Serahkan semuanya kepada mokona!”

“ya,mohon bantuan mu,mokona sachou”

Akari,sakura hime dan mokona pun pergi tidur,dan esok pagi nya,mereka bersiap-siap..

“aku pergi”

“hati-hati di jalan,sakura hime”

“iya!”

Sakura hime berlatih bersama mokona sachou,mereka mencoba bagaimana cara mendayung gondola dengan keadaan seimbang,melewati jalan yang sempit,atau melewati belokan. Di tengah latihan,mokona sachou tiba-tiba tertidur. Lalu,sakura hime bertemu dengan seorang gadis yang mendayung gondolanya. Gadis itu berseragam undine bergaris warna hijau. Ternyata,itu adalah sakura.

“sakura himeeeeee!” panggil sakura.

“ah,sakura-chaaan!”

Sakura hime pun mendayung gondolanya mendekati gondola sakura. Mereka pun akhirnya berlatih bersama dengan menaiki gondola sakura hime.

“tehnik sakura-chan sudah lumayan bagus ya! Aku belum bisa melewati jalan sempit dan belokan begitu,pasti saja menabrak gondola lain”

“ahaha,sakura hime kan baru berlatih 2 hari yang lalu,jadi masih belum terbiasa. Tenang saja,nanti juga kau pasti bisa.”

“iya,terima kasih!”

——————————————————————————————–

Lalu,gondola yang mereka naiki melewati sbuah bangunan besar. Ternyata itu adalah daidouji company,perusahaan milik keluarga tomoyo. Dan gerbang besar di gedung itu dibuka,dan keluarlah tomoyo dengan seragam undine nya yang bergaris warna ungu itu. Tomoyo melihat sakura hime dan sakura,dan gondola nya menghampiri gondola milik sakura dan sakura hime.

“selamat siang” sapa tomoyo.

“selamat siang,tomoyo-chan!” jawab sakura hime

“selamat siang,daidouji-san” jawab sakura.

“iya,ah.. gadis ini juga sudah tahu namaku,ya.. aku belum tahu namamu,siapa kah namamu?” tanya tomoyo

“aku sakura haruno,salam kenal”

“waah,kau punya nama yang sama dengan sakura-chan! Uhm… pasti agak susah membedakan nama panggilan kalian..jadi,bagaimana kalau kau kupanggil haru-chan saja?” jawab tomoyo

“silahkan,daidouji-san” jawab sakura dengan senyum di wajahnya.

“panggil saja aku tomoyo. Salam kenal ya!”

“iya!”

“uhm..tomoyo-chan,apakah kau mau berlatih bersama kami?” tanya sakura hime.

“boleh! Aku senang bisa berlatih bersama kalian”

“kalau begitu,ayo kita berlatih bersama,tomoyo!”

Tomoyo,sakura hime dan sakura berlatih bersama. Lalu mereka memutuskan untuk beristirahat di suatu kafe.

“selamat datang di kafe kami”

“selamat siang,fye-san!”

“waaah,ternyata tomoyo-chan yaa! Silahkan masuuk~”

“terima kasih” jawab tomoyo sambil tersenyum.

“apa dua gadis ini teman mu?”

“iya,mereka sakura-chan dan haru-chan! Kenalkan,ini fye-san,pengelola kafe ini”

“aku sakura kinomoto,salam kenal.”

“aku sakura haruno,salam kenal”

“aku fye,salam kenal~ kurasa lebih baik kalian masuk dulu,akan ku kenalkan juga pada temanku”

“baik.”

Mereka pun memasuki kafe bernama “cat’s eye” itu. Setelah memesan ice milk dan fye mencatat pesanan mereka,ada seorang lelaki bertubuh besar memakai hakama dan membawa pedang kayu dan karung besar datang. Wajahnya menyeramkan,tapi dia tidak terlihat jahat.

“selamat dataaaaaaang,kuro-pyooooooon~” sambut fye-san.

“JANGAN PANGGIL AKU KURO-PYON!!!!” bukannya menjawab sambutan fye,dia malah marah karena sebutan itu,dan menyimpan karung besar yang di bawanya tadi itu.

“selamat datang,kurogane.” Sapa tomoyo.

“ah,ternyata tomoyo. Sedang apa kau disini?” jawab nya dengan kasar.

“aku sedang minum dengan teman ku.” Jawab tomoyo dengan lembut.

“a..aku sakura kinomoto…salam kenal.”

“aku sakura haruno”

“…kurogane.”

“panggilan nya adalah kuro-pyoon! Atau juga bisa dipanggil kuro-tan,kuro-tango,atau…”

“HENTIKAN NAMA PANGGILAN ANEH ITU!!!”

Tiba-tiba mokona sachou yang awalnya tertidur bagun dan melompat ke arah kurogane.

“kuro-piiii~~~~!!! Mokona rindu padamu!!!”

“waaaah~ ternyata dari tadi ada mokona yaa~” jawab fye

“iiyaaaa,lama tidak bertemu yaa,fye,kuro-chii~~!!”

“JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN ANEH ITU,BAKPAU PUTIIIHHH!!!” jawab kurogane sambil setengah *atau mungkin memang sudah* mengamuk.

“kurogane,tolong jangan berteriak seperti itu,ini kafe,nanti pengunjung bisa kabur melihatmu.” Ucap tomoyo,memotong pembicaraan mereka.

“..cih” kurogane pun diam dan duduk di sofa.

Sakura hime dan sakura pun berpikir,sepertinya ada sesuatu antara kurogane dan tomoyo. Selain kurogane menurut dengan ucapan tomoyo,wajah tomoyo pun terkadang terlihat senang saat sedang bicara dengan kurogane.akhirnya,mereka pun pergi dari kafe itu,dan meneruskan latihan mereka.

——————————————————————————————–

Suasana latihan kali ini agak sepi dan serius. Namun,satu pertanyaan dari sakura hime yang polos *entah bodoh dan blak-blakan* mengubah suasana latihan itu.

“hey,tomoyo-chan,apa kau menyukai kurogane-san? Apa ada hubungan khusus antara kalian?” tanya sakura hime dengan polos nya,lalu sakura pun menutup mulut sakura hime sambil berkata “ssst…!”

Wajah tomoyo menjadi merah,dan ia menjadi salah tingkah. Sikap yang belum pernah mereka lihat sebelum nya dari seorang putri di daidouji company itu.

“bu..bukan! kurogane hanyalah lelaki yang aku temukan di tengah kota saat berumur 6 tahun!! Dia tidak punya keluarga dan sepertinya kesepian,akhirnya aku memutuskan untuk merawatnya di rumahku sebagai pengawalku! Kami hanya tumbuh bersama sejak kecil!” jawab tomoyo dengan wajah merah dan gugup.

“wah,wajah tomoyo menjadi merah~” ucap sakura dengan nada menyindir dan pandangan curiga.

“tidak,kalian salah paham!!” jawab tomoyo.

“mokona bisa merasakan nyaa~ tomoyo sekarang sedang berdebar-debar~~”

“ti..tidaak!”

Gondola yang mereka naiki hampir saja menabrak gondola lain,untunglah tehnik tomoyo yang sudah mahir membuat gondola mereka menghindari gondola itu.

“ah…maafkan  kami..” ucap sakura hime,tomoyo,dan sakura.

Di gondola itu ada seorang undine juga,dia memakai seragam undine bergaris hitam,dan gadis itu sepertinya sudah menjadi tingkat single. Bisa terlihat dari tangan nya yang hanya memakai satu sarung tangan.

“tidak apa-apa,aku juga salah karena sedang melamun”

“ah..kau rukia kuchiki bukan? Gadis yang terkenal karena sudah menjadi single undine dalam waktu 3 minggu..” ucap tomoyo.

“iya,daidouji-san. Aku juga mengetahui mu. Kau undine yang hebat.” Jawab gadis bernama rukia itu.

Sakura hime dan sakura berpikir bahwa hebat nya gadis itu. Padahal seumur,tapi dalam waktu 3 minggu sudah jadi undine tingkat single.

“daidouji-san,apa mereka teman mu?” tanya gadis bernama rukia itu.

“iya,kenalkan..ini sakura-chan,dan ini haru-chan”

“sakura kinomoto,dari aria company,salam kenal..”

“haruno sakura,dari konoha company,salam kenal”

“rukia kuchiki,dari soul society company,senang bertemu kalian”

“kuchiki-san,mau berlatih bersama kami?” tanya tomoyo.

“maaf,aku akan bertemu senior ku sekarang..mungkin lain waktu” jawab rukia.

“begitu..kalau begitu,sampai jumpa!”

“sampai jumpa..”.

Rukia mendayung gondola nya jauh dari kami,dan kami pun berlatih lagi.

Lalu,di atas jembatan saat mereka mendayung gondola,terlihat seorang lelaki berambut hitam,dan sakura pun melihatnya sambil berteriak,

“SASUKE-KUUUUUUUUUUN~!!!” mata sakura berubah menjadi hati.

Laki-laki itu menoleh,dan sepertinya melihat sakura dengan pandangan mata yang seolah berkata “haaaah,dia lagi.”

Sakura pun meminta tomoyo untuk berhenti sebentar,dan menghampiri sasuke. Ternyata,sasuke tidak sendirian. Ada syaoran juga disana. Sepertinya,syaoran,sasuke dan naruto adalah teman. Seperti watanuki,himawari dan juga doumeki.

“selamat siang” ucap syaoran.

“si..siang!” jawab sakura hime.

“hey..ada sesuatu ya di antara mereka?” bisik tomoyo ke sakura

“iya..sepertinya syaoran dan sakura hime saling menyukai”

“oh..”

“ada apa kalian berbisik-bisik seperti itu?” tanya sasuke.

“eh? Aaaah,tidak,tidak ada apa-apa..ah,sasuke,kenalkan,dua temanku..”

“aku sakura hime,salam kenal”

“tomoyo daidouji,salam kenal.”

“uchiha sasuke.” Jawab lelaki itu dengan gayanya yang cool.

“anu..sasuke-kun,kau mau kemana? Aku jarang melihat mu lewat sini”

“bukan urusan mu,bukan..?” jawab sasuke dengan cool juga,dan terkesan sombong. Padahal,sakura bertanya baik-baik.

“haruno-san,tadi,naruto mencarimu” ucap syaoran.

“aaaah,lupakan saja dia! Aku tidak pedulii!” jawab sakura.

“begitu ya..” jawab lagi syaoran.

“semuanya,bagaimana kalau kita makan kue dan minum the di kafe sana? Kafe itu salah satu milik dari perusahaan ibu ku,jadi kalian tidak usah bayar,aku akan…”

“TOMOYOOOOOO!”

Ucapan tomoyo terpotong karena teriakan itu. Ternyata,kurogane yang memanggil tomoyo dengan suara keras.

“ada apa,kurogane? Jangan memuat ku dan teman-teman ku kaget” jawab tomoyo dengan lembut dan sedikit terkejut.

Suasana sedikit tegang dan terkejut,memang. Rasanya seperti ada halilintar menyambar dengan cepat di siang hari. Wajah sasuke yang awal nya cool saja terlihat jelas terkejut. Sakura pun tertawa melihatnya.

“TOMOYOO! Aku diminta ibu mu untuk  memanggilmu! Katanya ada pesta di kota man home nanti malam,kau diminta untuk ikut bersama nya!” ucap kurogane.

“ah..baiklah,aku pulang sekarang..maaf teman-teman,aku harus pulang,besok kita teruskan latihan nya ya. Sampai besok!” ucap tomoyo.

——————————————————————————————–

Tomoyo pun pulang bersama kurogane,dan tinggalah 4 orang ini.

“sasuke-kuuun~ mau tidak kita ke tempat guru kakashi bersama-sama?” ajak sakura dengan manja.

“tidak. Aku sibuk. Syaoran,aku duluan ya.”.

Sasuke pun pergi.

“eeeeeh?? Sasuke-kuuun,tunggu!!” sakura pun mengejar sasuke. Dan tinggalah syaoran dan sakura hime berdua lagi. Dan seperti biasa,sepertinya mereka berdebar-debar.

Akhirnya,syaoran pun memulai pembicaraan.

“uhm… apa saja tehnik undine yang sudah kau kuasai?”

“aku..baru bisa sedikit..karena aku juga baru 2 hari berlatih..”

“oh..”.

Suasana menjadi hening, saking berdebarnya,mereka jadi tidak tahu harus memulai pembicaraan dari mana. Saking hening nya keadaan saat itu,setiap suara air yang mengalir saja terdengar oleh mereka. Suara detak jantung mereka,semua terdengar dengan jelas. Tapi,ada sesuatu memecah kesunyian mereka..

“ICHIGOOOOOO!!!”

Suara teriakan lagi. Untuk kedua kalinya,syaoran dan sakura hime terkejut,dan jantung mereka berdebar dengan kencang. Suara teriakan kali ini dari seorang gadis. Dan sepertinya,sakura hime kenal dengan duara gadis itu.

Seorang laki-laki berambut rancung berwarna orange lari di antara syaoran dan sakura. Laki-laki itu tinggi,dan diikuti seorang wanita yang mengejarnya di belakang. Wanita itu berambut pendek,kecil,dan memakai seragam undine bergaris hitam. Ternyata,itu adalah rukia kuchiki,gadis yang sakura hime temui tadi.

“ICHIGOOO! KEMBALI KAU!!” teriak rukia.

“huh,diam kau! Terserah aku kan aku mau berlatih pedang atau tidak! Aku malas hari ini!” jawab lelaki bernama ichigo itu.

Mereka lari melewati syaoran dan sakura hime,membuat sakura hime tersandung dan terjatuh. Kaki sakura hime terluka.

“sakura! Kau tidak apa-apa??” syaoran mengulurkan tangan nya

“i..iya,aku tidak apa-apa..”

“rumahku tidak jauh dari sini,lebih baik kau obati dulu luka mu di rumahku.”

“eh? Apa tidak akan merepotkan mu?”

“tidak,ayo,aku akan membantumu jalan”

“terima kasih..”

Sakura hime dibantu syaoran berjalan ke rumah nya. Mereka pun sampai ke rumah syaoran.

“silahkan duduk dulu,aku akan mengambil obat”

“i..iya,terima kasih,syaoran-kun.”

Syaoran mengambil obat untuk sakura hime,lalu ia kembali dengan membawa sebuah kotak berwarna putih berisikan obat. Syaoran pun akhirnya mengobati luka sakura hime.

“terima kasih banyak,syaoran-kun.”

“sama-sama,sakura”

Lagi-lagi..suasana hening.

“euh..sakura,aku akan membawakan mu minuman,silahkan tunggu disini saja ya” ucap syaoran-kun

“ba..baik” jawab sakura.

Syaoran-kun pun pergi ke dapur *ya iyalah masa ke wc* untuk mengambil minum dan makanan kecil untuk sakura. Akhirnya,dia pun kembali.

“silahkan the nya,sakura.”

“terima kasih,syaoran-kun” jawab sakura hime dengan gugup. Dia menerima gelas dengan tangan gemetar,dan wajah memerah.

Sakura hime hendak mengambil gula di dapur,namun karena kaki nya yang masih sulit untuk berdiri,dia terjatuh,dan di selamatkan oleh syaoran-kun yang menarik tangan nya,namun syaoran-kun pun terjatuh dan menahan dirinya dengan tangan nya agar sakura hime tidak tertimpa oleh nya.

Namun,mereka merasa seperti ada yang aneh. Mereka pun membuka mata,dan..

Mereka melihat wajah mereka yang saling bertatapan dan sangat dekat sekali. Dan guess what? Bibir mereka bersentuhan.

Sakura hime dan syaoran hanya diam,dan apa yang akan terjadi? Kita lihat chapter selanjutnya…

Ugyaaaaa~~ chapter 2 sudah adaa~ doki-doki yo…. Hehe :p

Tinggalkan Balasan