“a way to be undine” part 1

“perhatian,perhatian,penerbangan dengan jalur clow country-neo venezia akan segera landas. Diharapkan bagi yang sudah memiliki tiket harap bersiap-siap. Kami ulangi..”

“AAAAAAAGHH!!!” seorang gadis berteriak,dia menjadi perhatian orang-orang yang terkejut mendengar teriakannya.

“aku telaaaaaaaaaaatt!”teriak gadis itu.

Orang-orang yang awalnya menatap gadis itu dengan pandangan sinis berubah menjadi tatapan penuh hormat,dan mereka berkata,”oh,ternyata putri sakura yang berteriak..”

“aku telaaaaaaaaat!!! Padahal aku sudah berusaha bangun pagi!! Tapi karena terlalu senang karena kakak mengijinkan aku untuk menjadi undine,aku telat banguuuun!!”

putri sakura berteriak sambil berlari,dan untunglah dia masih sempat menaiki pesawat terakhir itu.

Perjalanan pun dimulai,sekitar 4 jam putri sakura menaiki pesawat itu dan ia pun sampai di planet aqua,neo-venezia.

“hebaaaaaaaaaaat! Aku dapat melihat laut dimana-mana! Air nya jernih,banyak gondola yang berlalu-lalang,sungguh pemandangan yang aku impikan!”

Ponsel sakura hime berbunyi,dan ternyata ia mendapatkan telepon dari akari mizunashi,senior tingkat prima undine yang akan menjadi pembimbing nya selama belajar menjadi undine tingkat double.

“halo,dengan sakura kinomoto yang berasal dari clow country?”

“ya,ini aku,akari-senpai! Aku sudah sampai! Dimana anda akan menjemput saya?”

“aku akan menjemputmu di staiun.. tapi entah kenapa,rasanya suara mu dekat sekali ya”

“aku juga berpikir begitu,haha” tiba-tiba,sakura hime menabrak seseorang di belakang,dan ternyata orang itu adalah akari-senpai sendiri.

“sakura hime,ternyata dari tadi kita menelepon sambil berjarak 20 cm begini ya?? Aduuuh,ludes pulsa kuuuu”

“tenang akari-senpai,aku akan mentraktir mu pulsa sesampainya aku di aria company” kata sakura hime sambil tersenyum.

“hwaaaa,kalau begitu,ayo kita segera ke aria company! Aku akan tujukkan kamarmu,seragam undine mu,dan gondola mu! Ikuti aku!”

Akari berjalan sambil menunjukkan sakura hime dimana tempat gadis itu akan belajar menjadi undine nanti nya.

Sesampainya di aria company

“huwaaa,aku suka tempat ini~ walaupun kecil,tapi sungguh sangat nyaman dan hangat..”

“terima kasih,sakura hime. Di atas adalah kamarmu,aku akan mengajari mu tehnik-tehnik dasar mendayung gondola setelah kau beristirahat”

“ya! Terima kasih!”

Sakura hime pun membereskan barang nya,dan langsung beristirahat. Tak lama kemudia,ia mengganti pakaian nya menjadi seragam undine,lalu pergi ke bawah.

“wah,kau sangat cocok dengan seragam itu,sakura hime”

“sungguh?” jawab sakura hime

“iya” jawab lagi akari dengan senyum nya.

Sakura hime terlihat sangat senang,ia sangat mengagumi seragam undine bergaris pink itu. Walaupun sebenarnya ia menginginkan seragam undine yang bergaris biru seperti akari. Tetapi,aria company kini sudah merubah warna garis di seragam undine mereka.

“nah,apa kau sudah siap,sakura hime?”

“yaaaa! Aku siaaaap!”

Mereka pun menaiki gondola mereka. Akari mengajari tehnik dasar mendayung gondola. Sakura hime begitu serius memperhatikannya,dan sakura hime pun dengan mudah menguasai tehnik dasar mendayung gondola itu.

“kau memang hebat,sakura hime! Biasanya,butuh waktu lama untuk orang luar neo venezia menguasai tehnik dasar karena mereka tidak pernah melihat undine sebelumnya,tetapi kau langsung bisa menguasainya! Hebat sekali”

akari memujinya,dan membuat wajah sakura hime sedikit memerah.

“aku selalu melihat tayangan undine di TV kerajaan ku,dan aku juga melihat akari-senpai di TV,karena senpai terkenal di neo venezia bukan? Senpai dan dua teman senpai yang bernama alice carrol dan aika granzchesta itu adalah 3 peri air yang sangat kukagumi!”

Kini,wajah akari lah yang mulai memerah.

“terima kasih,sakura hime! Aku yakin,kau pun bisa menjadi 3 peri air seperti kami nantinya.”.

“sungguh? Kalau begitu,saat kau memberiku ujian untuk menjadi prima dan lulus nanti,apa nama prima yang akan kau berikan kepadaku? Nama prima mu adalah ‘aquamarine’,bukan? Dan nama prima alice-san adalah ‘orange princess,dan aika-san adalah ‘rozen queen’! aku hapal nama-nama kalian!”

Akari pun tertawa kecil.

“nah,bagaimana kalau namamu adalah ’sa—–”

Omongan akari terpotong karena gondola yang sakura hime kayuh menabrak gondola lain,dan disana terlihat seorang gadis manis berambut panjang bergelombang yang sedang berlatih juga bersama senpai nya.

“ah,maafkan aku!!” bicara sakura hime.

“tidak apa-apa,lain kali hati-hati ya” jawab gadis itu dengan ramah,suaranya sangat merdu,dan senyum nya pun sangat manis.

“sakura hime,kau tidak apa-apa kan?”

“ah,tidak,aku tidak apa-apa”

“gadis itu tadi bernama tomoyo daidouji,putri pemilik daidouji company,dia juga seorang undine yang seumur dengan mu,namun tingkatnya sekarang sudah single”

“waaah! Hebaaat! Dia sebentar lagi menjadi prima,dong?”

“mungkin,karena dia sudah belajar menjadi undine sejak umurnya 10 tahun,tehnik nya pun sudah bagus”

“waaah,aku iri…”

“tapi,sakura hime juga bisa ko menjadi prima suatu saat nanti,prima yang hebat..aku yakin itu”

“terima kasih,akari-senpai!”

Mereka pun meneruskan latihan mereka,dan akhirnya mereka pulang ketika hari sudah sore.

“aku lelaaah~” sakura hime pun langsung duduk dan mengistirahatkan tangannya yang sejak tadi mendayung gondola itu.

“ahaha. Nanti juga,kau akan terbiasa. Latihan saja ya..”

“iyaa!”

“ah,maaf sakura hime.. besok aku ada rapat undine tingkat prima,jadi mungkin kau bisa berlatih sendiri,atau mungkin kau ingin berkeliling neo venezia dan mencari teman baru?”

“eh..mungkin aku akan berlatih dulu! Nanti aku akan mencari teman juga!”
“baiklah,selamat berjuang,sakura hime”

Esok harinya,sakura hime pergi dengan seragam undine nya,dan membawa gondolanya itu.

“waah,ternyata ada bermacam-macam hal ya di neo venezia” sakura hime terkagum

Tiba-tiba,ada seorang nenek berbicara kepadanya.

“selamat siang,nona muda”

“eh? Ah,uh,iya,selamat siaang!” jawab sakura hime dengan gugup.

“ahaha,tidak perlu tegang,nona muda. Nona bernama sakura bukan?”

“i..iya! kenapa anda bisa tahu nama saya?”

“anda adalah murid dari akari bukan? Aku mengetahuinya,karena aku cukup akrab dengan akari”

“oh,i..iya.”

“kalau begitu,selamat berjuang ya,nona sakura”

“iya,terima kasih!”

Sakura hime pun berlalu dan melambaikan tangan kepada nenek itu,dan ia pun meneruskan latihannya.

Tiba-tiba,ia berpapasan dengan satu gondola yang ia kenal,dengan seorang gadis yang mendayung nya. Gadis itu mendayung gondola sambil bernyanyi,suaranya sangat indah,membuat ia menjadi pusat perhatian orang-orang di sekeliling nya.

Gadis itu menatap sakura hime,dan berkata,

“ah,kau adalah gadis yang kemarin bukan?”

“ah,iya,yang kemarin maaf ya,tomoyo daidouji-san!”

“tak apa..ah,kau sudah tahu nama ku? Padahal aku saja belum tahu namamu..”

“aku sakura! Aku berasal dari clow country,dan kesini karena ingin menjadi undine!”

“begitu,ya..salam kenal,sakura-chan”

“i..iya,tomoyo san!”

“pangil saja aku tomoyo-chan” senyum tomoyo.

“ba..baik,tomoyo-chan!”

“nah,sakura-chan..sayang sekali,aku harus pergi…aku duluan ya”

“iya!”

Tomoyo mun mendayung gondola nya pergi,ia pun berlalu meninggalkan sakura. Dan sakura hime meneruskan latihannya,dan akhirnya ia memarkirkan gondolanya di suatu tempat dan berkeliling neo venezia.

Tiba-tiba,seorang gadis memberi sakura hime setangkai bunga.

“silahkan bunga nya,datanglah ke kafe kami bila berkenan..”

“ah,terima kasih”

Gadis itu memakai seragam undine,namun juga membagikan bunga kepada orang-orang.

“ah,kau..undine tingkat double juga ya?” Tanya gadis yang memberi bunga itu.

“ah,iya! Apa kau juga undine tingkat double?”

“iya,kelihatnnya,kau juga baru ya menjadi undine..siapa namamu?”

“aku sakura kinomoto! Dari clow country,baru belajar menjadi undine kemarin”

“wah,kita mempunyai nama yang sama. Aku sakura haruno,salam kenal. Aku baru menjadi undine tingkat double 2 minggu lalu,tapi karena senior yang mengajariku selalu sibuk,aku jarang berlatih dan bekerja part time disana sini”

“waah! Nama kita sama! Salam kenal,sakura-san!”

“iya,sakura” sakura tersenyum

“uhm..kau membagikan bunga ya?

“iya,kalau kau sedang senggang,mau tidak membantuku? Kau pun akan dapat upah koq”

“ah,tentu saja!” sakura hime menerima tawaran itu.

Sakura hime dan sakura membagikan bunga,sampai bunga hampir habis,sakura hime memberikan setangkai bunga mawar putih terakhirnya kepada seorang laki-laki berambut coklat.

“silahkan bunga nya,tuan”

“ah,terima kasih..”

Sang laki-laki dan sakura hime saling menatapi satu sama lain,mereka terdiam dan entah mengapa,mereka seperti ada ketertarikan satu sama lain. Namun tiba-tiba,ada suara yang datang dan langkah kaki yang datang meyerbu,

“SAKURA-CHAAAAAAAAAAN~!” datang seorang laki-laki lagi,ia berambut kuning,dan hendak memeluk sakura-namun sakura mengelak dan ia pun terjatuh.

“berhenti memeluk ku secara tiba-tiba begitu,naruto!” teriak sakura,dan melayanglah satu pukulan di kepala nya.

“maaf kan aku,sakura-chan..tapi kan aku Cuma ingin memelukmu..” ucap laki-laki bernama naruto itu.

:”ah,kau terlambat,naruto. Aku sudah menunggumu dari tadi” bicara sang laki-laki berambut coklat tadi itu.

“aah! Maaf,syaoran! Tadi aku bertemu sasuke dan ingin menantangnya bertarung,hanya saja dia mengelak terus dan akhirnya aku mengejarnya,tapi aku kehilangan jejak”

“ternyata,dia bernama syaoran,ya..” pikir sakura hime.

“sudah kubilang kan naruto,kau tak akan bisa mengalahkan sasuke yang tampan kuat itu!! Dia jauh berbeda darimu!”

“sakura-chan kejam…”

Sakura dan naruto berdebat siapa yang terkuat,dan akhirnya syaoran pun bertanya kepada sakura hime.

“kau juga undine tingkat double ya?”

“i..iya,baru kemarin aku belajar menjadi undine..”

“begitu..siapa namamu?”

“aku..sakura kinomoto”

“baiklah..sakura,boleh aku memanggilmu begitu?”

“te..tentu saja!”

wajah sakura hime sedikit memerah,namun ia menyembunyikan nya.

“panggil saja aku syaoran”

“uhm..baiklah,syaoran-kun” senyum sakura hime.

Wajah syaoran sangat jelas terlihat memerah,sakura dan naruto yang menyadari adanya perasaan suka yang tumbuh antara sakura hime dan syaoran pun mempunyai ide untuk mendekatkan mereka.

“sakura-chan,aku mau menemui sasuke sekali lagi! Akan kubuktikan siapa yang terkuat!!”

“boleh,sesuka mu saja lah,naruto”

“kalau begitu,kami duluan yaa!” seru sakura dan naruto berbarengan.

“EEEEEEEEH???!”

syaoran dan sakura hime yang ditinggal berdua pun kebingungan harus berkata apa,akhirnya syaoran mengajak sakura hime untuk pergi ke kafe dan sebuah toko antik yang tak jauh dari tempat mereka.

“pemilik toko itu adalah yuuko-san,dia orang yang ramah dan ceria. Mungkin sedikit aneh,tapi kurasa kau bisa mudah akrab dengan nya”

“i..iya”

Mereka pun menuju toko itu.

***********bersambung ke part 2***********

8 Tanggapan ke ““a way to be undine” part 1”

  1. Hyaaa~
    kalo ada para Sakura yang ketemu lagi, bedain mereka ya :P

  2. Mett... Berkata

    kereeen….. ciuman?!! waaaaa!!!!!
    =@…
    waaaa… g sabaarr bacaa part 3 nya…

  3. ha ha ha…, berbakat sekali bikin ceritanyo. jd ngiri….^_^
    lanjutkan nyoo..

Tinggalkan Balasan